Doa dalam Injil Lukas

Doa dalam Injil Lukas

Catatan Pengajaran Kardinal Ignatius Suharyo

Oleh M. Unggul Prabowo 29.12.25


Injil Lukas sering disebut sebagai Injil doa karena secara khas menampilkan Yesus sebagai pribadi yang berdoa, terutama dalam peristiwa-peristiwa penting dalam hidup-Nya.

Pokok-Pokok Pengajaran

  1. Injil Lukas memuat lebih banyak referensi tentang doa dibandingkan Injil Matius dan Markus.
  2. Yesus digambarkan sebagai pribadi yang terbiasa menyendiri dan berdoa.
  3. Dalam Injil Lukas, peristiwa-peristiwa penting selalu dikaitkan dengan doa Yesus.
  4. Doa menjadi dasar bagi keputusan besar dalam hidup Yesus.

Peristiwa Penting yang Disertai Doa

  • Pembaptisan Yesus (Luk 3:21–22): Yesus berdoa ketika Roh Kudus turun atas-Nya.
  • Pemilihan Dua Belas Rasul (Luk 6:12–16): Yesus berdoa semalam-malaman sebelum memilih para rasul.
  • Pengakuan Petrus (Luk 9:18–21): Yesus berdoa sebelum bertanya tentang jati diri-Nya.
  • Transfigurasi (Luk 9:28–36): Yesus naik ke gunung untuk berdoa dan dimuliakan.

Makna Teologis

Lukas ingin menegaskan bahwa doa merupakan bagian tak terpisahkan dari relasi Yesus dengan Bapa, serta menjadi sumber kekuatan dalam menjalankan perutusan-Nya.

Ringkasnya :

Injil Lukas secara khas menampilkan Yesus sebagai pribadi yang berdoa. Dalam setiap peristiwa penting, seperti pembaptisan, pemilihan rasul, pengakuan Petrus, hingga transfigurasi, Yesus selalu berdoa.

Doa dipahami sebagai dasar relasi Yesus dengan Bapa serta sumber kekuatan dalam menjalankan perutusan-Nya. Melalui gambaran ini, Injil Lukas mengajak para murid dan Gereja untuk menjadikan doa sebagai fondasi dalam setiap keputusan dan peristiwa penting kehidupan. (*)

M. Unggul Prabowo

Orang biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *