MEMASAK SENDIRI SAJIAN NATALAN KELUARGA

MEMASAK SENDIRI SAJIAN NATALAN KELUARGA

Oleh Y. Haryanto

Bagi saya memasak sendiri sajian Natalan Keluarga itu menyenangkan. Alasan utamanya adalah dapat menggembirakan hati anggota keluarga dengan tersedianya menu favorit mereka saat berkumpul bersama di akhir tahun. Anak-anak dan menantu, bahkan keluarga besan sungguh menikmati masakan saya dan istri. Kata mereka cita rasa saya dan istri pas dengan selera mereka. Istimewanya lagi ada sejumlah menu favorit mereka yang bisanya ditemui di rumah, sulit ditemukan di rumah makan.

Untuk natalan keluarga tahun ini saya mendapat jatah memasak soup brenebon kaki babi, iga babi bakar madu, sambal goreng krecek Jogja, sambal bawang matang, dan wedang jahe rempah.

Istri saya ambil jatah memasak lebih banyak: udang asam manis, tahu – tempe – ayam – bacem, ca kangkung, lodheh tolak bala 7 rupa, baby layur goreng krispi, mi goreng oriental, lalapan. Selain itu masih menyiapkan kudapan: edamame, sukun kukus dan goreng. Masih lagi sediakan hidangan pencuci mulut (dessert) : tape ketan dan rujak aceh.

Melihat anggota keluarga dan keluarga besan menikmati sampai puas hasil masakan rumah sendiri sungguh menggembirakan. Puas rasanya.

Seusai pesta dan anak-anak, menantu, keluarga besan pulang baru terasa lelahnya. Semangat sih muda, besar, menyala-nyala, tetapi raga lansia terasa kurangnya dibanding waktu muda. Dalam kondisi demikian muncul rasa bangga: saya bersama istri telah berusaha untuk menyiapkan sajian luar biasa, dikerjakan dengan semangat – tindakan – komitmen yang luar biasa juga. Kata teman Jesuit kami, saya dan istri sungguh mempraktikkan apa yg dalam konteks spiritualitas ignasian disebut insignis, mengupayakan hal yang bersifat unggul, wahid, diperjuangkan secara heroik. Saya tersenyum bahagia.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *