MINI CERITA :IT’S TIME TO. DEPART

MINI CERITA :IT’S TIME TO. DEPART

Dua puluh tahun silam perkawinan Randy dan Nina mengalami krisis akut. Mereka merasa tidak menemukan kecocokan lagi, Randy pengusaha muda yang sukses, Nina wanita dengan karir yang melejit. Harta bergelimang, terutama dua buah hati yang tak ternilai harganya. Mereka sangat menyayanginya.Tapi apa daya komunikasi terlanjur tersumbat,relasi pun buntu. Berpisah adalah jalan terbaik bagi keduanya namun beruntung mereka bertemu Pastor Roni yang gencar meminta agar mereka mempertimbangkan keputusan cerai.
” Bagi kalian yang dewasa dan punya segalanya, berpisah tidak jadi masalah tetapi bagaimana dengan anak- anak yang tidak pernah memilih dilahirkan dan sekarang harus menanggung derita akibat pilihan kalian? ”
” Kalau kalian tidak saling cinta no problem, sebentar juga akan menemukan cinta baru. Pertanyaan saya, apakah kalian juga tidak cinta lagi dengan anak- anak kalian? ”
” Jika kalian benar cinta, buktikan kalau cinta itu butuh pengorbanan. Anak- anak kalian sangat membutuhkan kasih sayang orang tua yang utuh, bukan yang cacat. Pertimbangkanlah, demi kebaikan anak- anak jangan cerai, berkorbanlah untuk orang- orang yang kalian cintai”
Rupanya nasehat Pastor Roni begitu mengesan sehingga mereka pun mengurungkan niatnya untuk bercerai demi anak- anak. Duapuluh tahun mereka mendedikasikan diri untuk mendidik dua buah hatinya, memberikan yang terbaik untuk mereka. Sekarang Si Sulung sudah punya pekerjaan mapan dan baru saja berkeluarga sedangkan Si Bungsu baru menyelesaikan studinya di Kanada lanjut bekerja di sana. Sebagai orangtua mereka sudah menyelesaikan tugas, anak-anak mentas, tuntas.
Malam ini Randy dan Nina merayakan ulang tahun perkawinan ke 35 di sebuah cafe pinggir pantai yang menghidangkan masakan Italia. Ini memang tempat makan favorit mereka. Suasana hening dan romantis tetapi rupanya tidak dengan hati mereka. Setelah diam cukup lama, Nina memecah kebekuan.
” Dua puluh tahun yang lalu, kita sesungguhnya sudah memutuskan untuk cerai, ingatkan? Tapi berkat nasehat Romo Roni, kita urungkan demi anak- anak. Dan kita komit, aku rela resign pada saat karirku sedang naik daun agar bisa full mendampingi anak- anak. Sekarang anak- anak sudah mandiri, meninggalkan kita.” Diam, Randy tidak tahu arah pembicaraan istrinya.
” Mas, tugas kita membesarkan anak sudah selesai, saatnya kita mengejar mimpi- mimpi kita yang tertunda.” Diam.
“Maksudmu,Nin? ”
” Dulu kita sudah memutuskan berpisah, dan mau menempuh jalan sendiri sendiri kan? ”
“Maksudmu, Nin? ”
” Ya, it’s time to depart yang sudah tertunda dua puluh tahun ”
“Maksudmu, Nin? ”
“Mas, aku pingin mengejar mimpi- mimpiku, menempuh jalan hidupku sendiri,aku.sudah bebas dari tanggungjawab dan komitmen membesarkan anak”
” Tapi apa tidak bisa kita kejar bersama mimpi itu? ”
“Tidak Mas, mimpiku dan mimpimu berbeda”
” Tidak Nin, aku mau mengikuti mimpimu, bahkan aku tak punya mimpi lagi. Duapuluh tahun telah mengubah caraku melihat dan menilai kamu, aku ingin menua bersamamu. Please Nin, wherever you go I will go! ” Dipeluknya Randy, ” Wherever you die, I wil die. ” Debur ombak semakin keras, pelukan mereka pun semakin erat.

Tanah Lot, 17 Maret 2026

Paul Subiyanto

Dr.Paulus Subiyanto,M.Hum --Dosen Bahasa Inggris di Politeknik Negeri Bali ; Penulis buku dan artikel; Owner of Multi-Q School Bal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *