Renungan Harian Kamis 26 Maret 2026: Sabda Yang Menantang
Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan sabda yang menggugah sekaligus menantang: “Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” (Yoh 8:51). Pernyataan ini mengundang pertanyaan, bahkan penolakan dari orang-orang Yahudi saat itu. Mereka sulit memahami bagaimana mungkin seseorang bisa mengatasi maut.
Namun, Yesus tidak berbicara hanya tentang kematian fisik, melainkan tentang kehidupan sejati—hidup dalam persekutuan dengan Allah. Dalam perspektif Injil Yohanes, “hidup” berarti mengenal dan tinggal dalam kebenaran Allah. Maut sejati bukan sekadar berhentinya hidup jasmani, tetapi keterpisahan dari Allah.
Yesus juga menegaskan identitas-Nya dengan berkata, “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Pernyataan ini semakin membuat otang Yahudi marah,lalu melempari batu dan mengusir Yrsus. Penegasan sangat berani: Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Yang Ilahi, yang melampaui waktu.
Melalui bacaan ini, iman kita pun diuji—apakah kita hanya melihat Yesus sebagai tokoh sejarah, atau sebagai Tuhan yang hidup?
Renungan
Sering kali kita juga seperti orang-orang Yahudi dalam Injil ini—kita ragu, mempertanyakan, bahkan menolak ketika sabda Tuhan terasa sulit atau tidak masuk akal. Namun, iman justru bertumbuh ketika kita berani percaya, bahkan di tengah ketidakmengertian.
Menuruti firman Yesus berarti:
Hidup dalam kasih, meski sulit
Mengampuni, meski terluka
Setia, meski dicobai
Di situlah kita mulai mengalami “hidup kekal” sejak sekarang—hidup yang penuh damai, harapan, dan makna.
Mari kita bertanya dalam hati:
Apakah aku sungguh percaya pada sabda Yesus?
Ataukah aku masih menuntut bukti sebelum percaya?
Semoga kita diberi rahmat untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga menuruti firman-Nya, sehingga kita mengalami hidup yang sejati—hidup dalam Tuhan, kini dan selamanya. 🙏

