Tangkapan Ikan Melimpah Berkat Yesus Yang Bangkit
Oleh Andre Sumariyatmo.
Renungan Harian Tgl 10 April 2026
Injil Yohanes 21 : 1 – 14
“Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka kamu akan mendapatnya”. Mereka pun menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan” (ayat 8). Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, “Siapakah Engkau?” Sebab meteka tahu bahwa Ia adalah Tuhan (ayat 12).
Ibu bapak dan saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.
Peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus tetap suatu misteri. Tidak mudah untuk diakui dan diamini. Para rasul yang sudah.tiga tahun dididik dan hidup.bersama-sama Tuhan Yesus (“luntang lantung”) masih belum percaya bahwa Tuhan akan bangkit setelah tiga hari wafat. Mereka galau karena Tuhan wafat di salib. Padahal sebelumnya Yesus sering menyampaikan dan menjelaskan tentang kebangkitan ini (Lihat Markus 9 : 31 & 14 : 58 ; Yohanes 2 : 19 ; 1 Kor 15 : 4). Mengapa mereka tidak mudah percaya? Mereka masih terkungkung dalam pikiran sebagai manusia yang wajar (lumrah). Di sinilah Tuhan mengambil langkah untuk membimbing dan membuka pikiran serta iman supaya mereka menjadi percaya bahwa Yesus sungguh Putera Allah yang mempunyai kuasa atas kehidupan dan kematian.
Injil hari ini sangat menyindir atas kegagalan para rasul dalam menangkap ikan. Biarpun mereka berlatar belakang sebagai nelayan yang sudah berpengalaman, mereka gagal total. Tampillah Tuhan Yesus dengan tenang dan memberikan petunjuk agar mereka menebarkan jala di sisi kanan perahu. Mereka tidak berani protes dan nembantah omongan Yesus. Mereka patuhi petunjuk Yesus dan hasilnya luar biasa. Mereka bisa menperoleh 153 ikan besar dan hebatnya jala tidak robek. Petrus semula belum sadar bahwa yang menyarankan untuk menebar jala di sebelah kanan perahu adalah Tuhan Yesus. Barulah dia sadar ketika Yohanes meyakinkan bahwa yang bicara itu adalah Yesus Sang Guru. Maka Petrus bergegas turun ke laut untuk menjumpai Tuhan.
Pesan lain dari Injil Yohanes hari ini adalah penampakan Tuhan kepada para murid selalu dilengkapi dengan pemecahan dan pemberian roti artinya Tuhan mengadakan Ekaristi. Para murid menjadi sadar dan mengakui bahwa kekhasan Ekaristi sangat membantu mereka mengaitkan penampakan dan kebangkitan dengan pribadi Tuhan Yesus, Sang Mesias.
Marilah ibu bapak dan saudara-saudari yang terkasih, kita bisa belajar dari para murid Yesus bahwa mempercayai tentang kebangkitan Tuhan diperlukan perubahan (transformasi) dalam iman dan kerendahan hati untuk mendengarkan sabda Tuhan serta mewujudkan kesetiaan kepada Kristus, Penyelamat dan Penebus kita. Amin. Tuhan memberkati.
Doa : Tuhan Yesus Kriatus, seringkali kami kurang percaya bahwa Engkau adalah Putera Allah yang berkuasa di atas bumi dan di surga. Kami mohon bimbingan Roh Kudus agar kami mampu setia dalam menjalankan sabda-Mu untuk menjadi saksi kasih dan kebenaran ilahi bahwa Engkau sungguh bangkit dan menjadi Penebus dan Penyelamat umat manusia. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

