Gila Baca!
Laki-laki setengah baya itu biasa termenung di sudut persimpangan
jalan. Badannya tak juga bertambah gemuk. Wajahnya tetap dekil dan
pakaian lusuh yang dikenakan mulai tampak tercabik. Ketika ia berjalan,
jumbai kain berkibar tertiup angin seolah memberikan salam sembari
menyebarkan aroma khas. Orang yang berada di sekitarnya pasti
menghirup bau kurang sedap dan spontan menutup hidungnya.
Pagi ini, dalam perjalanan menuju ke kantor, aku melihat ia tak lagi
mengorek-ngorek jalan aspal. Ia malah membawa selembar surat kabar
usang. Ia sesekali membacanya. Tersenyum, terkekeh, tertawa.
Begitulah ekspresinya. Ia sempat tersenyum renyah kepadaku. Aku
membalas seringainya dengan cara yang sama. Lampu hijau menyala.
Aku mempercepat laju kendaraan.
Sore hari, aku kembali melintas di jalan utama. Laki-laki setengah baya
itu masih membaca dan membolak-balik media cetak lama yang sejak
pagi dibawa. Raut mukanya tak berubah. Ia suntuk menyerap dan
seakan memeras berita yang dibacanya. Harap maklum, gila baca!***

