Perbuatan Itu Penting

Perbuatan Itu Penting

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya. Lukas 6, 43-46

Ada peribahasa Mulutmu harimaumu. Ungkapan itu berasal dari Bahasa Sunda. Secara harafiah diterjemahkan mulutmu adalah harimaumu. Artinya, kita harus berhati-hati dalam menggunakan kata-kata kita, karena kata-kata yang diucapkan dapat memiliki dampak besar, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Jika tidak berhati-hati, perkataan kita bisa merugikan diri sendiri.

Peristiwa demonstrasi massa di depan Gedung DPR dan aksi massa lainnya beberapa waktu lalu di Jakarta merupakan bukti kebenaran peristiwa tersebut. Kata-kata yang dilontarkan beberapa pejabat negara menyinggung perasaan dan membuat marah rakyat. Di sisi lain, muncul juga pribadi-pribadi yang mengkritisi kebijakan pemerintah dengan kata-kata yang kritis dan disukai banyak orang.

Memilih kata dan menyusun kalimat bisa dipelajari dan dilatih, sehingga kita mampu memilih kata dan menyusun kalimat yang disukai banyak orang. Misalnya saja, studi tentang komunikasi public atau bidang promosi. Hanya saja, biasanya susunan kata dan kalimat tersebut disampaikan secara sadar dan dipersiapkan dengan baik.

Dalam kondisi tertentu, kitab isa saja melontarkan kata-kata secara spontan. Biasanya ucapan spontan muncul dari perasaan dan kata hatinya. Sebagaimana yang kita dengan dalam bacaan injil hari ini.  “Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” Tuhan Yesus bertanya, “Apakah setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya?”

Kita diingatkan. Tidak cukup hanya datang kepada Tuhan Yesus, tekun berdoa dan mendengarkan sabda Tuhan. Lebih dari itu, melakukan perintah Tuhan Yesus adalah sangat penting. Sebagaimana diingatkan dalam perikop lain, iman tanpa perbuatan adalah mati. Sebagaimana ajakan dalam bulan kitab suci saat ini, kita semua diajak untuk juga melakukan perbuatan atau aksi nyata sesuai ajaran kitab suci.


Doa : Allah yang maha Kuasa, semoga kami senantiasa Engkau tuntun untuk mampu melakukan aksi nyata dalam menjalin relasi dengan sesama di kehidupan sehari-hari. Amin.

M. Unggul Prabowo

Orang biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *