Pilih Berbuat Kasih atau Taat Larangan Sabat?

Pilih Berbuat Kasih atau Taat Larangan Sabat?

Renungan Harian

Jumat, 31 Oktober 2025

Oleh : Andre Sumariyatmo

Injil Lukas 14 : 1 – 6

“Apakah boleh menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?” (ayat 3b). “Siapakah di antara kamu yang kalau anaknya atau lembunya terperosok ke dalam sebuah sumur pada hari Sabat, tidak segera menariknya ke luar?” (ayat 5 b).

Dalam kehidupan bermasyarakat sering kita jumpai beberapa.orang yang sangat patuh pada peraturan hukum.agama. Mereka takut melanggar karena berakibat dosa besar. Bayangan dosa menghantui mereka. Mereka punya keyakinan bahwa keselamatan kekal bisa diraih karena menjunjung tinggi dan menjalankan peraturan agama dengan taat total.

Injil hari ini mengajarkan pada kita bahwa Tuhan Yesus tetap ramah, mau berkunjung dan makan di rumah pemimpin kaum Farisi. Padahal Tuhan kerap mengkritik kemunafikan mereka yang sok pamer suci dan suka mengadili orang lain yang tetap bekerja di hari Sabat. Dalam tradisi Yahudi di hari Sabat setiap orang diwajibkan untuk beristirahat, berdoa dan tidak boleh bekerja. Tetapi Tuhan Yesus di hadapan para ahli Taurat dan kaum Farisi tetap menyembuhkan orang yang sakit busung air. Mereka jelas protes dan menuduh Tuhan nekad melanggar hari Sabat dan tetap bekerja menyembuhkan orang sakit. Tuhan menyindir mereka dengan pertanyaan apakah kamu tidak menolong bila anakmu atau lembumu terperosok dalam sumur? Mereka munafik, tidak jujur, tidak berani menjawab. Sekali lagi Tuhan tegas menghendaki kita sebagai orang katolik agar berani berbuat baik, siap menolong orang yang lagi kesusahan meskipun ada larangan hukum agama atau bertentangan dengan pandangan kebanyakan orang. Siap menerima resiko diasingkan atau dimusuhi banyak orang. Kita membela tindakan yang baik.dan benar. Kita diharapkan bisa mengupayakan hukum agama dapat dijalankan untuk menghormati, bukan merendahkan martabat manusia. Amin.

Doa : Tuhan Yesus, sering kali kami menjumpai sesama yang disingkirkan atau ditolak oleh masyarakat karena perbedaan keyakinan iman, semoga Engkau membimbing kami untuk memiliki keberanian membantu dan meringankan beban mereka. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin. Tuhan memberkati.


*) Aktivis Paroki Pejompongan, Jakarta Pusat

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *