Berdoa Tak Jemu-jemu di Dalam Tuhan
Renungan Harian, Sabtu, 15 November 2025
Oleh Susy Haryawan
Bacaan : Lukas 18: 1-8
Saudara terkasih,
Hari ini Bunda Gereja mengajak kita untuk merenungkan perihal berdoa. Apakah doa itu? Sering dalam benak kita, berdoa itu memohon, sekadar meminta. Yesus mengajar kita, bahwa berdoa bukan hanya soal permintaan. Namun lebih dari itu, ialah komunikasi bahkan relasi dengan Allah. Doa yang tidak jemu-jemu sebagaimana janda yang mengetuk pintu hakim yang lalim. Ia, fokus pada apa yang hendak ia capai, bukan pada reaksi dari hakim yang lalim.
Sering, kita terjebak dalam pola pikir sendiri, bahwa jawaban atau reaksi dari Tuhan itu seperti yang kita gambarkan. Padahal tidak demikian. Kita hadir di hadapan Tuhan bukan hanya ketika butuh atau meminta semata. Ada komunikasi, ada relasi yang lebih dari sekadar memohon.
Allah itu Mahaadil, lha yang tidak adil seperti hakim itu saja tergerak hatinya oleh ketekunan, tentu bahasa si hakim bukan tekun, namun mengganggu, nggriseni, namun itu yang membuatnya tergerak. Motivasi kita, bukan motivasi pihak lain yang penting. Bagaimana Allah yang selalu mendengarkan kita. Sikap kita adalah sama, bertekun dalam penuh ketekunan dan kesiapsediaan.
Iman yang aktif, sebagaimana pernyataan Allah, apakah masih ada iman, ketika Ia datang kembali. Pertanyaan dan pernyataan reflektif, apakah kita mampu bertahan, mau berjibaku dalam pengharapan di dalam Allah. Ini menjadi penting, karena sering godaan dunia itu menyilaukan.
Saudara terkasih,
Apa yang Tuhan kehendaki dengan perikop dalam bacaan hari ini adalah, bahwa kita layak berharap hanya kepada Allah semata. Dalam hidup ini, kepada-Nyalah seharusnya kita bersandar. Apapun sudah dilakukan, usaha, upaya, dan doa, namun keadaan masih tetap seolah sama saja, jangan cemas, jangan ragu, ada Tuhan yang akan hadir tepat pada waktunya.
Waktu Tuhan lain dengan apa yang kita kira, pikir, dan kehendaki. Kehendak-Nyalah yang utama, bukan rasio kita yang lebih menguasai, atau mengemudikan hidup kita. Biarkanlah Tuhan membimbing dan mengarahkan hidup kita.
Iman yang teguh, dalam dunia yang sering tidak adil, dunia yang memberikan kesesakan, tetap yakin dan teguh, bahwa Tuhan Allah tidak melupakan. Setia dan tetap percaya sampai akhir hayat.
Doa: Allah Mahaadil, Syukur kepada-Mu Tuhan atas kasih karunia-Mu yang tidak terbatas. Engkau selalu menguatkan kami, di kala kami lemah, kadang juga lengah, Engkau datang dan memberikan kekuatan kepada kami. Roh Kudus-Mu selalu membimbing, mengarahkan, dan menentukan Langkah kami, jika sesat, atau lemas di Tengah jalan.
Doa : Tuhan, Ajarlah kami tetap tekun dalam berusaha, mengupayakan apapun yang kami inginkan, seturut dengan kehendak dan rancangan-Mu yang indah pada waktu-Nya. Kuatkanlah kami jika lemah dan lengah ya Tuhan, dalam nama-Mu kami tetap berjalan dan berupaya. Amin
Salam JMJ
Susy Haryawan

