Yesus Sang Penyembuh Penyakit Kulit
Oleh Andre Sumariyatmo
Renungan Jumat, 09 Januari 2026
Injil Lukas 5 : 12 – 16.
Ibu bapak dan saudara-saudari terkasih dalam Kristus.
“Yesus mengulurkan tangan-Nya, menyentuh orang itu, dan berkata,”Aku mau, jadilah tahir” (ayat 13a). Tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang terpencil dan berdoa (ayat 16).
Kita sering menerima ajakan atau undangan untuk menghadiri Misa penyembuhan. Apalagi yang memimpin misa adalah seorang romo yang sudah terkenal berhasil menyembuhkan berbagai penyakit, banyak umat katolik semakin antusias mau datang. Terlebih-lebih mereka yang sudah berobat ke dokter spesialis namun belum sembuh-sembuh. Bahkan mereka sudah menjalani pengobatan dan operasi di luar negeri toh penyakitnya tidak berkurang. Dalam kondisi yang setengah putus asa kecenderungan mereka ikut misa penyembuhan adalah memohon terjadinya mukjijat penyembuhan. Pertolongan Tuhan diwujudkan lewat romo atau bapak yang punya kharisma penyembuhan.
Injil hari ini memberikan 3 (tiga) pesan yang penting untuk kita renungkan :
Pertama. Orang yang sakit kulit (kusta) mengajukan permohonan kepada Tuhan dan Tuhan tergerak berbelas kasih dan mau mentahirkan (menyembuhkan). Kepercayaan kepada Tuhan berbuah pentahiran (penyembuhan).
Kedua. Tuhan berpesan supaya orang yang sudah sembuh dari penyakit kulit segera memberitahu kepada seorang imam dengan memberikan persembahan sebagai syukur atas terjadinya pentahiran (penyembuhan). Tradisi dan Hukum Musa tetap dihormati dan dijalankan supaya imam menyatakan bahwa orang tersebut sudah sembuh sehingga dia dapat diterima lagi oleh masyarakat. Dia boleh hidup dan bergaul dengan masyarakat.
Ketiga. Berita Tuhan Yesus membuat banyak mukjijat dan penyembuhan sudah tersebar luas. Semakin banyak orang mau datang kepada-Nya untuk mendengarkan ajaran dan minta disembuhkan. Tetapi Tuhan Yesus justru menghindari dari kerumunan massa dengan memilih mengundurkan diri ke tempat yang sunyi dan berdoa. Singkatnya boleh bekerja keras, namun tetap penting menyepi dan berdoa.
Doa : Tuhan Yesus yang maha murah dan belas kasih, kami sering tidak sabar dan sangat kuatir atas beban penyakit yang kami derita. Bahkan kami menjadi berputus asa. Semoga berkat doa dan iman kepada-Mu, Engkau berkenan menjamah kami dan memberikan mukjijat kesembuhan sehingga kami dapat bekerja kembali untuk melayani keluarga dan sesama. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Aktivis Paroki Pejompongan
Jakarta Pusat.

