YESUS MENGHIDUPKAN ORANG MATI : DIA SUNGGUH ALLAH SUNGGUH MANUSIA
Kita semua sudah mendengar dan mengamini ucapan ” Hidup dan mati ada di tangan Tuhan”.Ini berarti hanya Tuhan yang punya kuasa atas hidup dan mati, tak ada kekuatan lain, maka ketika Yesus mampu menghidupkan orang mati berarti secara logika Dia pasti Tuhan.
Tak salah bila mukjizat Yesus yang paling menggugah iman adalah menghidupkan orang mati. Dalam Injil, peristiwa ini tidak hanya menunjukkan kuasa luar biasa Yesus atas kematian, tetapi juga menyatakan siapa Dia sesungguhnya: Tuhan yang berkuasa atas hidup dan mati. Mukjizat ini menjadi tanda bahwa Allah hadir dan bekerja secara nyata melalui diri Yesus.
Injil mencatat beberapa peristiwa penting, seperti Yesus membangkitkan anak muda di Nain (Luk. 7:11–17), anak Yairus (Mrk. 5:21–43), dan Lazarus di Betania (Yoh. 11:1–44). Dalam setiap kisah, Yesus digerakkan oleh belas kasih. Ia menyentuh duka manusia, mendengarkan tangisan, dan mengubah keputusasaan menjadi harapan. Kebangkitan Lazarus secara khusus menegaskan sabda Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup” (Yoh. 11:25).
Lebih dari sekadar mengembalikan hidup jasmani, mukjizat ini memiliki makna rohani yang mendalam. Yesus mengundang manusia untuk percaya bahwa di dalam Dia ada hidup yang sejati, hidup yang tidak dikalahkan oleh dosa dan kematian. Dengan menghidupkan orang mati, Yesus menegaskan bahwa kasih Allah lebih kuat daripada maut, dan bahwa setiap orang dipanggil untuk bangkit menuju hidup baru bersama-Nya.
Sungguh rahmat luar biasa bila akal budi kita bisa memahami misteri ini: Yesus sungguh Allah dan manusia!

