Renungan Harian 15 Februari 2026 Kasih Melampaui Hukum

Renungan Harian 15 Februari 2026    Kasih Melampaui Hukum

Bacaan Injil Matius 5: 17- 37
Ringkasan:
Matius 5:17-37 merupakan bagian dari Khotbah di Bukit di mana Yesus menegaskan bahwa Ia datang untuk menggenapi hukum Taurat, bukan menghapusnya. Yesus mengajar standar kebenaran yang lebih tinggi, menekankan ketaatan batin daripada sekadar legalitas lahiriah: marah disamakan dengan membunuh, keinginan hati dengan berzinah.
Renungan:
Baru-baru ini viral seorang suami ditersangkakan karena menolong istrinya yang baru saja dijambret. Ia mengejar penjambret dengan mobilnya sedemikian hingga dua penjahat itu menabrak tembok dan tewas. Alih- alih mendapat penghargaan, justru sang suami yang ditersangkakan oleh polisi dan berkas perkara sudah masuk ke kejaksaan. Jagad netizen pun gempar, rasa keadilan publik terusik. Viral! Mungkin fasal dan ayat KUHP yang diterapkan polisi memang benar, hukum ditegakkan namun nir akal sehat dan hati nurani, apalagi kasih! Untung setelah viral, DPR turun tangan dan kasus pun dihentikan. Kasus semacam ini sering terjadi di negeri ini, hukum diterapkan secara harafiah walaupun menabrak akal sehat dan hati nurani. Hukum bukan untuk manusia tetapi manusia dikorbankan demi hukum.
Kondisi semacam ini yang terjadi dalam masyarakat Yahudi jaman Yesus dengan penerapan Taurat secara legalistik.
Yesus Menggenapi Hukum (Ayat 17-20): Yesus menegaskan hukum Taurat tidak akan lenyap dan menuntut kebenaran murid-murid-Nya melebihi ahli Taurat dan orang Farisi. Yesus mengajak masuk ke dalam sikap batin yang mendasari hukum, bukan sekadar apa yang tertulis
Contoh, Yesus mengajarkan bahwa kemarahan dan kebencian terhadap sesama adalah dosa, setara dengan pembunuhan, dan menekankan pentingnya berdamai.
Tentang Perzinahan (Ayat 27-30), bukan hanya hubungan seksual yang tidak sah, melainkan keinginan seksual yang tidak murni di dalam hati disamakan dengan perzinahan, dan Yesus menekankan tindakan tegas untuk menghindari dosa. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. … Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengannya.
Secara keseluruhan, perikop ini menuntut integritas hati, kemurnian batin, dan ketaatan yang radikal berdasarkan kasih, bukan hanya mengikuti aturan formal.
Doa
Ya Tuhan kami sering bersembunyi di balik aturan untuk membenarkan diri, untuk lari dari tanggungjawab bahkan untuk menghakimi orang lain.
Ajari kami untuk berani bersikap berdasar kasih . Amin

Paul Subiyanto

Dr.Paulus Subiyanto,M.Hum --Dosen Bahasa Inggris di Politeknik Negeri Bali ; Penulis buku dan artikel; Owner of Multi-Q School Bal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *