Menjemput Rindu di Sarangan: Napak Tilas Spiritualitas MSF dalam TDN PBMN 2026

Menjemput Rindu di Sarangan: Napak Tilas Spiritualitas MSF dalam TDN PBMN 2026

Temu Darat Nasional PBMN 2026: Amor Gignit Amorem. Sarangan, 17-18 Okt. Ayo sengkuyung, Lur!

MAGETAN – Paseduluran Brayat Minulyo Nusantara (PBMN) kembali mengukir sejarah. Setelah sempat “hiatus” berkumpul dalam skala nasional sejak pertemuan di Yogyakarta tahun 2022, kini para mantan calon pelayan Keluarga Kudus (MSF) ini siap menggelar Temu Darat Nasional (TDN). Mengambil lokasi di Rumah Retret Domus Mariae, Sarangan, acara ini akan dihelat pada akhir pekan, 17-18 Oktober 2026.

Dengan semboyan legendaris Amor Gignit Amorem—Cinta Melahirkan Cinta—pertemuan ini menjadi pengingat bahwa api misioner yang pernah dinyalakan oleh Pater Berthier MS tidak pernah padam, melainkan bertransformasi menjadi kasih dalam wujud yang berbeda-beda di tengah dunia.

Kolaborasi Lintas Wilayah: Solo dan Semarang “Satu Komando”

Keunikan TDN kali ini terletak pada sinergi panitianya. Wilayah Semarang Raya dan Solo Raya bahu-membahu menyusun konsep acara yang matang namun tetap guyub. Pemilihan waktu di bulan Oktober merupakan strategi cerdas panitia untuk mengakomodasi jadwal para anggota yang kian padat, baik sebagai profesional, kepala keluarga, maupun pelayan di lingkup Gerejani.

Kecepatan kerja panitia pun tergolong luar biasa. Pasca rapat perdana pada 1 Maret 2026, arus pendaftaran mengalir deras. Hanya dalam tiga hari, 55 peserta—termasuk anggota dan keluarga mereka—telah menyatakan kesediaannya untuk hadir. Ini membuktikan bahwa kerinduan untuk bertemu (temu kangen) lintas angkatan masih sangat kuat di sanubari para sedulur.

PBMN: Dari Solidaritas Menjadi Saudara Sejati

Sejarah PBMN adalah catatan tentang kesetiaan. Berawal dari komunitas kecil untuk membantu para imam MSF yang memilih jalan awam (laisasi), wadah ini kini berkembang menjadi organisasi inklusif yang melingkupi mantan frater, bruder, hingga seminaris dari berbagai penjuru Nusantara.

Mulai dari Sumatera, Kalimantan, Papua, hingga Bali dan NTT, identitas sebagai “anak-anak ideologis” Pater Berthier tetap melekat. Saat ini, PBMN terbagi dalam beberapa wilayah strategis seperti Jabodetabek, Semarang, Solo (sebagai wilayah termuda), Yogyakarta, dan Indonesia Timur. Aktivitas rutin seperti dolan bareng atau temu darat kecil di rumah-rumah anggota menjadi bahan bakar yang menjaga nyawa organisasi ini tetap hidup.

Misi Penting di Balik Hangatnya Sarangan

Meski dibalut suasana santai, TDN 2026 membawa misi organisatoris yang serius. Agenda utama adalah Pemilihan Pengurus Nasional. Panitia menegaskan bahwa regenerasi adalah ciri organisasi yang sehat. Inilah saatnya estafet kepemimpinan diserahkan demi keberlanjutan PBMN di masa depan.

Namun, sisi rekreasi dan nostalgia tetap mendapatkan porsi besar:

  • Titik Kumpul Stasiun Balapan: Menjadi momen emosional pertama bagi peserta (khususnya dari arah Jakarta) untuk bertemu dan berangkat bersama menuju lereng Lawu.
  • Sate Night: Malam puncak keakraban untuk melepas rindu lintas angkatan.
  • Wisata Telaga Sarangan: Menikmati udara sejuk pegunungan di Minggu pagi dengan fasilitas diskon khusus bagi penghuni RR Domus Mariae.
  • Misa Penutupan: Mengucap syukur atas perjalanan panggilan masing-masing sebelum kembali ke rutinitas.

Dukungan Lewat Merchandise Eksklusif

Untuk menyokong operasional kegiatan, panitia menawarkan berbagai atribut eksklusif sebagai kenang-kenangan. Anggota dapat memesan:

  • Aksesori: Kalender 2027, gantungan kunci, mug, dan tumbler.
  • Apparel: Rompi, kaos, tas pinggang, serta pilihan topi (baseball dan topi rimba).

Setiap rupiah dari pembelian merchandise ini akan langsung dialokasikan untuk menyukseskan acara. Pemesanan sudah bisa dilakukan melalui koordinator wilayah masing-masing.

Sampai jumpa di Sarangan! Mari kita buktikan bahwa cinta memang selalu melahirkan cinta yang baru bagi sesama.

Salam JMJ

Susy Haryawan

Susy Haryawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *