Perintah Tuhan mengasihi Allah dan Sesama Manusia

Perintah Tuhan mengasihi Allah dan Sesama Manusia

Oleh Andre Sumariyatmo

Renungan Jumat 13 Maret 2026
Injil Markus 12 : 28 b – 34

Ibu bapak dan saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.

“Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus, “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri jauh lebih utama daripada semua kurban bakaran dan kurban lainnya” (ayat 32 – 33).

Setiap kali saya mengawali kelas katekumen yang baru selalu saya ajukan pertanyaan ini :”Apakah motivasi anda mau dibaptis dan menjadi orang katolik?” Sangat menarik dan menyentuh hati saya. Saya mau menyampaikan salah satu jawaban seorang katekumen bahwa dia tertarik masuk katolik karena dia merasakan dan menyaksikan bahwa tetangganya yang katolik begitu tekun dan rajin berdoa bersama dan membaca Kitab Suci dalam satu keluarga. Sangat berkesan bahwa ibu, bapak dan kedua anak mereka tekun.berdoa bersama dan membaca Kitab Suci. Selain berdoa bersama, dia melihat bahwa keluarga katolik tersebut sering menolong dan berbagi memberikan sumbangan sembako atau menjadi orangtua asuh untuk anak-anak miskin. Sungguh tindakan kasih yang seimbang dalam memuliakan Tuhan dan menolong sesama.

Injil hari ini memberikan pesan Tuhan kepada kita untuk mengetahui dan mewujudkan dua perintah.

Perintah yang terutama yakni percaya kepada Tuhan, satu-satunya Allah dan esa dengan segenap hati dan kekuatan. Jangan percaya kepada allah lain atau dewa-dewa. Tuhan itu sumber kehidupan dan penolong kita.

Perintah kedua mengasihii sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Sesama manusia itu perlu dihormati, dihargai, diterima karena dia bukan orang lain tetapi bobotnya sama dengan diri sendiri.

Kekhasan orang kristen memang terwujud pada tindakan berbuat kasih. Di hadapan Tuhan nilai tindakan kasih kepada Tuhan dan sesama itu jauh lebih utama daripada semua kurban bakaran dan kurban lainnya. Tuhan lebih menegaskan pentingnya kedalaman hati nurani yang baik, setia dan jujur.

Mari kita perbarui terus menerus semangat hidup untuk memiliki hubungan dan kepercayaan yang mendalam kepada Tuhan serta semangat mengasihi sesama dengan tulus tanpa pamrih. Amin. Tuhan memberkati.

Doa : Ya Kristus, Engkau telah mengajarkan kami akan kasih yang total kepada kehendak Bapa sampai Engkau disiksa dan wafat disalib. Namun Paskah membuktikan bahwa Engkau bangkit dan mengalahkan maut. Semoga kamipun bisa belajar mewujudkan kasih kepada Tuhan dengan tetap setia percaya kepada-Mu dan terbuka berbuat kasih kebaikan kepada sesama yang lagi susah dan butuh pertolongan. Demi.Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.


Penulis adalah Aktivis Paroki Pejompongan Jakarta

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *