Menemukan Suara Tuhan dan Mengikuti-Nya

Menemukan Suara Tuhan dan Mengikuti-Nya

Oleh Marcurius Unggul Prabowo

“Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” Matius 17:12b

Para Sedulur yang terkasih dalam Kristus

Hari ini kita mendengarkan Injil Matius 17, 10-13. Para murid bertanya kepada Tuhan Yesus tentang nubuat bahwa Elia harus datang terlebih dahulu sebelum Mesias hadir.Tuhan Yesus menjawab bahwa Elia memang sudah datang, yang dimaksud adalah Yohanes Pembaptis, namun orang-orang tidak mengenalinya. Mereka menolak, mengabaikan, bahkan menindas dia. Yesus kemudian menegaskan bahwa hal yang sama akan terjadi pada diri-Nya, Anak Manusia, yang akan menderita.

Allah sering hadir, berbicara, dan berkarya, tetapi manusia tidak selalu peka untuk mengenali-Nya. Kehadiran Allah tidak selalu spektakuler, tidak selalu megah, dan tidak selalu sesuai harapan kita. Kadang Ia hadir melalui orang sederhana, peristiwa kecil sehari-hari, atau suara hati yang lembut. Namun bila hati tertutup, kita bisa melewatkan pewartaan-Nya, sama seperti banyak orang melewatkan Yohanes Pembaptis, bahkan ketika ia berdiri di depan mereka.

Dalam hidup sehari-hari, sering kali kita berharap Tuhan bekerja secara luar biasa: mujizat besar, jawaban doa yang cepat, berkat yang dramatis. Namun kita diajak untuk memiliki ‘kepekaan rohani’, agar mampu melihat karya Tuhan yang halus namun nyata. Tuhan hadir dalam orang-orang yang mengingatkan kita, menegur kita, atau mengajak kita kembali kepada jalan benar. Ia hadir dalam keheningan doa, dalam firman, dalam pengalaman pahit maupun indah.

Tuhan Yesus mengisyaratkan bahwa mengikuti Dia selalu berkaitan dengan kesediaan memikul salib. Jika Yohanes Pembaptis dan Yesus sendiri mengalami penolakan, maka murid-murid-Nya pun tidak luput dari tantangan. Tetapi justru melalui penderitaan itu, karya keselamatan Allah dinyatakan. Salib bukan kegagalan, tetapi jalan kemenangan.

Hari ini kita diajak untuk peka terhadap suara Tuhan dalam keseharian kita; mengenali “Elia-Elia masa kini”, yaitu orang-orang yang dipakai Tuhan untuk menegur, mengarahkan, dan menguatkan kita; serta siap memikul salib dengan iman bahwa Tuhan bekerja bahkan melalui kesulitan.

Semoga kita semakin mampu membuka hati untuk mendengar, menemukan Allah dalam segala hal dan mengikuti-Nya.

Doa : † Allah Bapa di Surga, bukalah mata dan telinga kami agar kami mampu mengenali kehadiran-Mu dalam setiap peristiwa hidup kami. Berilah kami hati yang peka, rendah hati untuk menerima teguran dan bimbingan-Mu, demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

M. Unggul Prabowo

Orang biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *