YESUS TANDA-TANDA ZAMAN BAGI KITA
Oleh: Thomas Suhardjono
Renungan Harian
Rabu, 25 Februari 2026:
11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. 11:30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. 11:31 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! 11:32 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!” (Luk 11:29-32).
Tanda-Tanda Zaman
Dulu, di majalah kebudayaan BASIS yang dikelola Romo Dick Hartoko SJ dan romo-romo Jesuit lainnya, ada rubrik berjudul Tanda-Tanda Zaman. Rubrik ini menganalisis isu sosial, politik, dan budaya kontemporer melalui kacamata teologis-filosofis. Rubrik ini membahas tema seperti krisis demokrasi, politik sektarian, dampak Covid-19, hingga kearifan hidup di Indonesia. Dasarnya adalah data dan fakta yang terjadi di negara kita, pada zamannya.
Perkembangan teknologi yang serba cepat berubah, maraknya penggunaan media sosial di kalangan masyarakat, masih tingginya jurang kaya miskin, kurang meratanya penyebaran kesejahteraan sosial, belum efektifnya program MBG di pelosok Indonesia, makin banyaknya sarjana yang menganggur, bisa dilihat sebagai tanda-tanda zaman. Bahkan dalam hidup keluarga inti pun, bisa terdapat tanda-tanda zaman; ketika sang ayah pulang dari kantor membawa “barang berharga”, sehingga isteri dan anak-anaknya kurang diperhatikannya lagi. Inilah tanda-tanda zaman, ketika sebuah kebahagiaan dan kebersamaan dihancurkan oleh kesenangan dan kepentingan privat. Dalam bahasa Alkitab, seperti orang-orang Niniwe yang lupa kewajibannya, membutuhkan kehadiran Yunus untuk bisa bertobat.
Yesus Adalah Tanda Zaman Ini
“sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!” (Luk 11:32). Yesus lebih besar daripada Ratu dari Selatan, daripada Salomo, daripada Yunus; karena Yesus adalah Anak Allah sendiri, yang diutus untuk hadir di tengah-tengah kita. Yesus sudah ada di tengah-tengah kehidupan manusia, bahkan sudah mengalami penderitaan, penyiksaan, kematian dan turun ke tempat penantian. Namun pada hari ketiga, Yesus yang mulia itu bangkit dari antara orang mati, dan naik ke surga,, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa. Pada akhir zaman nanti, Yesus yang berkuasa itu akan datang lagi untuk mengadili orang hidup dan mati. Maka sebelum akhir zaman itu tiba, saatnya bagi kita untuk bertobat, seperti orang Niniwe yang menerima kehadiran Yunus.
Saat inilah kita menantikan kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Dalam peziarahan hidup kita di dunia fana ini, kita menantikan akhir zaman. Selama ini tentu ada kejadian-kejadian yang menjadi tanda-tanda zaman. Apa yang harus kita lakukan? Seperti orang-orang Niniwe, kita pun mesti bertobat, kaarena Yesus hadir di tengah-tengah kita, melalui Ekaristi, melalui kebaikan sesama, melalui mukjizat sehari-hari. Yesus hadir, kita bertobat, sehingga tidak jadi dihukum. Bagaimana bertobat? Dengan banyak berdoa, berpuasa, bermati raga dan berderma. Kita memperbaiki kedekatan hubungan kita dengan Tuhan, dengan diri sendiri dan dengan sesama.
Marilah berdoa,
Yesus yang hadir di sini,
Ajarilah kami agar mampu mengenal kehadiranMu melalui kejadian hidup sehari-hari; sehingga selama masa Prapaskah ini kami mampu bertobat, memperbaiki hubungan kami dengan Tuhan, dengan diri sendiri dan dengan sesama kami.
Yesus yang mahakuasa,
Ajarilah kami untuk mampu menyadari kelemahan kami, mampu semakin memperbaiki diri, agar siap menyambut kedatanganMu yang kedua kali, pada akhir zaman nanti. Engkaulah yang berkuasa, kini dan sepanjang masa.
Amin.

