BENGKEL ROHANI
Oleh Y. Haryanto
Renungan Harian, Jumat, 27 Februari 2026
Peringatan St. Gregorius dari Narek
Injil: Matius 5, 20-26
“Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Mat.5:20)
RENUNGAN :
Bapak, Ibu, Saudara Saudari terkasih dalam Kristus, Berkah Dalem, Tuhan memberkati kita semua !
Kita bersama sedang menempuh masa Prapaskah. Ibaratnya saat ini kita sedang masuk bengkel rohani. Jika kita masuk bengkel motor, yang kita lakukan adalah memeriksa, merawat, dan memperbaiki motor kita, sehingga motor kita menjadi baik kembali dan dapat berfungsi dengan baik, nyaman dikendarai dan aman . Selama menjalani masa Prapaskah kita masuk bengkel rohani: kita periksa, kita rawat, kita perbaiki hidup rohani kita: relasi kita dengan Tuhan dan perutusanNya bagi kita untuk mencintai diri kita, sesama dan alam ciptaanNya seturut kehendakNya. Lebih intens dari masa biasa, selama masa Prapaskah kita diundang untuk mengkhususkan waktu untuk kegiatan rohani:
- Mendekatkan diri pada Tuhan dengan renungan, berdoa, bacaan rohani, membaca Kitab Suci.
- Mendisiplinkan diri melalui pantang dan puasa
- Peduli, merawat dan melayani sesama lewat sedekah.
- Peduli pada keutuhan alam ciptaanNya lewat aneka cinta lingkungan.
Dengan mewajibkan diri serta berkomitmen menjalani latihan-latihan rohani tersebut, kita berharap bersama-sama dapat mewujudkan iman di tengah masyarakat dengan lancar, bermutu, berdampak/efektif.
Injil hari ini, Matius 5:20-26, mengingatkan kita kembali pada Injil Minggu, 15 Februari 2026 (Mat.5:17-37). Tuhan Yesus mengingatkan kita para muridNya untuk tidak merasa puas dengan berupaya mentaati hukum, menjalankan perintah serta menjauhi larangan – seperti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Lebih dari itu kita diundang untuk menghayati hidup keagamaan yang lebih benar, yaitu : mengenal lebih dekat Allah yang mencintai kita manusia di dalam pengajaran, peraturan dan hukum. Tentu kemudian kita tindak lanjuti dengan melaksanakan sabdaNya.
Contoh penting Tuhan tunjukkan dalam ayat 21-26: Jangankan membunuh, marah tanpa kendali, mencaci-maki, mengumpat orang lain pun jangan. Semestinya kita hidup baik dengan sesama, menghormatinya, menghargai perbedaan meskipun terkadang terasa tidak menyenangkan.
Bersama St Gregorius dari Narek marilah kira menghadap Tuhan dalam keheningan. Tidak perlu kita omong banyak, biarlah kita banyak dicintai dan mencintai Tuhan dalam keheningan.
DOA
Ya Tuhan, didiklah kami secara khusus selama Prapaskah ini agar lebih dekat padaMu, dengan senang melaksanakan kehendakMu mencintai diri kami, sesama dan lingkungan alam kami. Amin.

