Terbang Tanpa Arah

Terbang Tanpa Arah

Pagi itu, guru sedang mengajar para murid. Tiba-tiba, seekor burung gereja terbang melalui jendela yang terbuka. Ia masuk ke ruang, tempat di mana guru mengajar

Burung gereja itu hanya berputar-putar. Ia mencoba keluar melalui jendela. Sayang, setiap kali mencoba melewati jendela, ia selalu membentur dan menghantam dinding ruangan la mencoba bangun dan terbang kembali. Peristiwa ini tidak terjadi satu dua kali, melainkan berkali-kali. 

Burung itu pasti tidak menggunakan indera peraba dan perasanya. Buktinya, ia selalu melakukan hal yang sama. Mencoba keluar melalui jendela yang masih tertutup rapat. Ia tidak dapat membedakan antara kerasnya dinding dan bebasnya udara.

Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup terlalu lama hingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka

– Alexander Graham Bell

C. IsmulCokro

C. IsmulCokro (CB. Ismulyadi), tinggal Sleman. Pernah studi di Fak Teologi di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (Fakultas Teologi Wedha Bhakti) dan Ilmu Religi Budaya USD. Sampai saat ini masih berkarya sebagai ASN. Giat dalam dunia penulisan sebagai writerpreneur, editor freelance, redaksi salah satu tabloid dan memotivasi berbagai kalangan yang akan berproses menulis dan menerbitkannya. Email: cokroismul@gmail.com. FB. Carolus ismulcokro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *