Mengenali ADHD Sejak Dini: Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Mengenali ADHD Sejak Dini: Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Reza baru masuk TKB tetapi tingkahlakunya bikin pusing gurunya. Lari sana- lari sini, kadang teriak tanpa sebab, tak jarang memukul temannya. Hiperaktif, tidak bisa fokus sedikit pun. Guru kewalahan dan kelas jadi amburadul. Atas dasar ini, orangtua Reza dipanggil Kepala Sekolah dan diminta untuk membawa Reza ke psikolog tumbuh kembang anak. Setelah beberapa pertemuan dengan psikolog dan observasi perilaku, Reza didiagnosis sebagai anak berkebutuhan khusus, tepatnya ADHD. 

 Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan saraf yang biasanya muncul sejak masa kanak-kanak. Sayangnya, banyak orang tua atau pendidik yang baru menyadarinya ketika anak sudah cukup besar, bahkan ada yang baru terdeteksi di usia remaja atau dewasa. Padahal, mengenali ADHD sejak dini sangat penting agar anak mendapatkan dukungan dan penanganan yang tepat.

1. Apa Itu ADHD?

ADHD adalah kondisi ketika anak mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian, mengendalikan perilaku impulsif, dan sering menunjukkan aktivitas fisik yang berlebihan (hiperaktif). Gangguan ini bukan akibat dari pola asuh yang salah, melainkan berkaitan dengan faktor genetik dan fungsi otak.

2. Gejala ADHD pada Anak

Tanda-tanda ADHD biasanya sudah bisa terlihat sejak anak usia pra-sekolah (3–5 tahun), namun lebih jelas saat memasuki usia sekolah. Gejala dapat dibagi dalam tiga kategori:

a. Gejala Kurang Perhatian (Inattentive)

-Mudah terdistraksi, sulit fokus pada tugas.

-Sering tidak menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas.

-Tampak tidak mendengarkan ketika diajak bicara.

-Sulit mengatur waktu atau mengikuti instruksi.

b. Gejala Hiperaktif

-Sulit duduk tenang, sering gelisah atau bergerak terus-menerus.

-Berlari atau memanjat di situasi yang tidak sesuai.

-Sering berbicara berlebihan.

c. Gejala Impulsif

-Menjawab pertanyaan sebelum selesai ditanyakan.

-Sulit menunggu giliran.

-Sering menyela pembicaraan orang lain.

3. Pentingnya Deteksi Dini

Mengenali ADHD sejak dini membantu anak:

-Mendapatkan dukungan belajar yang sesuai di sekolah.

-Mengurangi risiko masalah emosional seperti rasa rendah diri, cemas, atau depresi.

-Mengembangkan keterampilan sosial agar tidak dikucilkan oleh teman sebaya.

-Meningkatkan kualitas hidup baik bagi anak maupun keluarganya.

4. Peran Orang Tua dan Guru

a.Amati perilaku anak di rumah maupun di sekolah.

b. Catat pola gejala yang sering muncul, termasuk kapan dan di situasi apa.

c. Konsultasikan ke dokter atau psikolog anak bila gejala berlangsung lama (lebih dari 6 bulan) dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

d. Beri dukungan positif: jangan melabeli anak “nakal” atau “malas”, tetapi pahami bahwa mereka membutuhkan cara belajar dan pendampingan yang berbeda.

4. Kesimpulan

ADHD bukanlah hambatan mutlak bagi anak untuk berkembang. Dengan deteksi dini, terapi perilaku, serta dukungan orang tua dan pendidik, anak dengan ADHD tetap dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif, dan sukses di masa depan.

Paul Subiyanto

Dr.Paulus Subiyanto,M.Hum --Dosen Bahasa Inggris di Politeknik Negeri Bali ; Penulis buku dan artikel; Owner of Multi-Q School Bal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *