#14 – Pelajaran Ibu Guru, Memilih Baju

#14 – Pelajaran Ibu Guru, Memilih Baju

SERIAL DIUBAH DAN MENGUBAH DIRI

Pernyataan: Artikel ringkas berupa serial (bersambung) ini hanyalah sebagai ungkapan syukur yang menghadirkan catatan pengalaman perubahan diri, karena penulis meyakini sejatinya tiap pribadi “dilahirkan baik adanya”. Oleh sebab itu, diri sendiri, pergaulan, sekolah, lingkungan, dan keluarga punya kontribusi menjaga setiap pribadi agar berguna bagi sesama.

-0-

Pada hari-hari di akhir 2025, teman-teman sekolah semasa SMP lebih 45 tahun lalu mengunjungi bapak dan ibu guru kami masa itu. Meski tidak bisa bergabung, saya masih ikut merasa gembira dengan kiriman foto-foto bapak dan ibu guru yang masih sehat. Ingatan saya serta-merta muncul begitu saja, artinya memang mengendap di benak saya akan pelajaran yang saya terima. Masing-masing murid tentu memiliki kesan dan ingatan yang berbeda.

Satu pelajaran Ibu Daryati di kelas satu, sebagai materi PKK (pelajaran Pendidikan Kesejahteraan Keluarga), mengenai cara berpakaian beliau menerangkan bahwa memilih baju bergaris-garis membujur akan menampakkan pemakainya tampak tinggi, sedangkan garis melintang akan mengesankan lebih pendek melebar, atau motif kembang-kembang besar memberikan kesan gemuk. Agar pakaian tidak kusut, pelajaran cara menyetrika baju pun disampaikan. Materi ini sungguh melekat meski telah lewat puluhan tahun.

Karena mempraktikkan pelajaran PKK, seorang teman SMP masih mengingatku yang mengikat ujung baju bawah dengan karet atau tali elastik agar tetep rapi ketika dimasukkan celana. Namun, di zaman kini banyak model celana panjang yang pinggang dalamnya bisa mengikat ujung baju. Pelajaran PKK (meski telah dihapus lama dari kurikulum) tetap memberikan pernak-pernik bekal untuk hidup murid di masa depan.  Pentingnya pelajaran itu muncul kembali dan memperoleh peneguhan di masa depan, sejalan dengan cara-cara istriku memilihkan motif-motif pakaian untukku. Saya pun berhati-hati agar tidak sembarangan berpakaian di depan murid, di tengah kelas, atau pun di dalam forum. ***

St. Kartono

St. Kartono

St. Kartono – Kolumnis pendidikan mengkorankan lebih dari 650 artikel, pembicara di lebih dari 750 forum, dosen, penulis 15 buku diantaranya Sekolah Bukan Pasar (Buku KOMPAS, 2009), Menjadi Guru untuk Muridku (Kanisius, 2011), Menjadi Guru Berjiwa Merdeka (Aseni, 2024).

One thought on “#14 – Pelajaran Ibu Guru, Memilih Baju

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *