JALAN SERTA YESUS

JALAN SERTA YESUS

Oleh : Y. Haryanto

Renungan Harian
Sabtu, 18 April 2026
Hari Biasa Pekan II Paskah

Injil: Yohanes 6,16-21

Tetapi Ia berkata kepada mereka:”Aku ini, jangan takut ! ” (Yoh.6:20)

RENUNGAN:

Bapak, Ibu, Saudara/i terkasih dalam Kristus, Berkah Dalem, Tuhan menyertai hidup kita.

Injil hari ini tidak mudah dipahami. Kisah Yohanes 6:16-21 tentang mukjizat Tuhan Yesus berjalan di atas air memang tidak mudah dicerna. ” Yohanes memang tidak menulis buku ilmu sejarah, tetapi menyingkapkan latarbelakang rohani dan ilahi dari peristiwa-peristiwa yang diceritakan “(Pengantar Injil Yohanes). Latarbelakang rohani dan ilahi manakah yang hendak disingkapkan oleh St. Yohanes dalam kisah Tuhan Yesus berjalan di atas air ? Apa maksud dan tujuan St. Yohanes mengisahkannya ?

Saya senang sekali mendengarkan pun menyanyikan lagu Sekolah Minggu “Jalan Serta Yesus”. Kita cermati liriknya:

JALAN SERTA YESUS

Jalan serta Yesus,
Jalan sertaNya,
Setiap hari,
Jalan serta Yesus,
Serta Yesus slamanya.
Jalan dalam suka,
Jalan dalam duka,
Jalan sertaNya,
Setiap hari,
Jalan dalam suka,
Jalan dalam duka,
Serta Yesus slamanya.

Jalan serta Yesus setiap saat tanpa takut, tentu menjadi idaman hidup beriman kita. St. Yohanes menulis:”Aku ini, jangan takut ! “(Yoh.16:20). Dengan kisah Tuhan Yesus berjalan di atas air danau yang bergelora karena angin kencang, St Yohanes mewartakan bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah yang peduli akan keselamatan kita manusia. Percaya kepadaNya ” kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam namaNya” (Yoh.20:31). Jalan serta Yesus bersama-sama selaku umat beriman, oleh St Yohanes diibaratkan “mau menaikkan Dia ke dalam perahu” menuju pantai tujuan (Yoh.6: 21). Jika hal ini terjadi maka “seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui” (Yoh.6:21).

Senyatanya apa yang digambarkan di atas merupakan arah hidup beriman kita. Kita berproses menuju ke sana. Kita belum mencapainya. Seperti para murid kita ibaratnya “pergi ke danau, lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum” tanpa keikutsertaan Tuhan Yesus. Sengaja meninggalkanNya karena kita jengkel dan kecewa Tuhan Yesus tidak menurut kehendak kita “membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja”: (Yoh.6:15).
Kita cemas menghadapi ” laut bergelora karena angin kencang” (Yoh.6:18) dan menyesali mengapa “Yesus belum juga datang mendapatkan” kita (Yoh.6:17) guna mengatasi marabahaya. Dan sewaktu Yesus menghampiri kita, kita menjadi takut lantaran pernah meninggalkan Dia.
Kenyataan faktualnya: kita sering ketakutan oleh macam-macam sebab lantaran belum mampu percaya kepadaNya.

Kabar baiknya: Yesuslah Mesias, Immanuel, Anak Allah yang peduli dan berkenan hadir mengatasi ketakutan kita itu. “Aku ini, jangan takut ! ” (Yoh.6:20)

Bersediakah kita “menaikkan Dia ke dalam perahu”, bersediakah kita berjalan serta Yesus bersama-sama selalu umatNya ?

DOA:

Syukur Pujian bagiMu ya Tuhan karena Engkau hadir menjadi Mesias bagi kami, hadir dalam pergulatan hidup kami sebagai Allah yang peduli akan keselamatan kami. Bantu kami untuk sedia dan mampu percaya kepadaMu.
Amin.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *