Anggur Baru dalam Kantong Baru

Anggur Baru dalam Kantong Baru

Renungan Harian, Sabtu 6 September 2025

Dalam Lukas 5:37–39, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang anggur baru dan kantong kulit yang tua. Ia menegaskan bahwa anggur baru tidak cocok disimpan dalam kantong tua, karena akan merusak keduanya. Anggur baru harus disimpan dalam kantong baru. Perumpamaan ini bukan sekadar tentang teknik penyimpanan, melainkan tentang kesiapan hati dan pembaruan hidup.

Anggur baru melambangkan karya Allah yang segar dan penuh daya—kasih karunia, pengajaran Yesus, dan hidup dalam Roh Kudus. Kantong tua menggambarkan pola pikir lama, kebiasaan yang kaku, dan hati yang menolak perubahan. Jika kita ingin menerima pembaruan dari Tuhan, kita perlu menjadi “kantong baru”: hati yang terbuka, siap dibentuk, dan bersedia meninggalkan cara lama yang tidak lagi sesuai dengan kehendak-Nya.

Namun, ayat 39 menyentuh kenyataan yang menyedihkan: “tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru.” Kita sering terjebak dalam kenyamanan tradisi, rutinitas, atau pemahaman lama, dan menolak pembaruan rohani. Kita berkata, “yang lama itu baik,” tanpa menyadari bahwa Tuhan sedang menawarkan sesuatu yang lebih segar dan hidup.

Renungan ini mengajak kita untuk memeriksa kantong hati kita. Apakah kita masih memakai kantong lama yang tidak mampu menampung karya Roh Kudus? Ataukah kita bersedia diperbarui, dibentuk ulang, dan diisi dengan anggur baru dari Tuhan?

Mari membuka diri bagi pembaruan. Tuhan tidak sekadar menambal hidup kita yang lama—Ia ingin menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. (AI)

M. Unggul Prabowo

Orang biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *