Buah Kehidupan
Pagi yang cerah. Guru mengajak para murid berjalan-jalan, mengelilingi kebun pertapaan. Tiba-tiba, guru menghentikan langkah saat mereka berada di bawah pohon rambutan. Pohon itu sedang berbuah. Buahnya lebat. Guru meraih salah satu cabang menjuntai, penuh dengan segerombol rambutan dan mematahkan cabangnya.
Beberapa hari kemudian, guru mengajak para murid kembali ke tempat itu. Mereka menemukan dan melihat ranting pohon mengering dan buahnya mengering. Ranting itu kehilangan daya dan sumber hidupnya.
Sambil memegang cabang kering dan buah kisut, guru berkata, “Sama seperti ranting tidak dapat bertumbuh dan menghasikkan buah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokoknya. Demikian juga kita tidak berbuah, jikalau tidak tinggal di dalam Sang Kuasa. Dialah pokok pohon dan kitalah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal dalam Dia, ia akan menghasilkan buah yang melimpah. Nah … Jika kita merasa kering dalam hidup, maka renungkanlah pengalaman, ketika kita dekat dengan Diri-Nya.”
Tuhan ajari kami berdoa. Beberapa di antara kami tidak cakap dalam berdoa.
– Peter Marshall –

