Mampukan Kami Melihat Kehadiran Allah

Mampukan Kami Melihat Kehadiran Allah

Renungan Harian
Selasa, 30 Oktober 2025
Ansgarius Hari 45 Wijaya
Bacaan Lukas 13: 32-35

Orang Farisi meminta Yesus untuk meninggalkan Yerusalem karena ancaman dari Herode Antipas. Tetapi
Yesus tidak gentar menghadapi bahaya yang ada di depan-Nya. Ada beberapa lapis informasi yang ada
dalam kisah ini.

Pertama Yesus menolak peringatan orang-orang Farisi itu. Bisa jadi ancaman itu nyata. Karena Herodes Antipas memang dikenal kejahatannya diantara mereka. Bukan hanya Yohanes Pembaptis saja yang ia bunuh, tetapi juga tokoh orang Yahudi yang tidak sejalan dengan kehendaknya. Dia sendiri ingin bertemu dengan Yesus tetapi bisa jadi juga memiliki agenda jahat yang tersembunyi. Mirip ayahnya dahulu, Herodes Agung yang memberi pesan kepada orang majus, jika mereka menemukan raja Mesias yang lahir, dia berpura-pura ingin ikut menyembah-Nya. Yesus menyebut Herodes Antipas sebagai serigala atau lebih tepat rubah simbol kepolosan dan kelicikan. Yang nyata dalam perilaku hidupnya. Yesus tidak takut terhadap ancamannya.


Kedua, bisa jadi juga orang-orang Farisi menghendaki Yesus segera meniggalkan Yerusalem agar tidak
menggerogoti otoritas dan kedudukan terhormat mereka diantara orang Yahudi. Kedatangan Yesus yang
membawa penyembuhan dan belas kasih kepada orang banyak menjadi ancaman bagi mereka. Manusia tidak akan mampu mengubah sejarah keselamatan yang sudah direncanakan Tuhan. Manusia bukan penentu Sejarah tetapi Tuhan.


Ketiga, Yesus dengan tegar menghadapi bahaya kematian karena taat kepada Bapa yang mengutus-Nya untuk keselamatan manusia. Allah sudah mengirimkan kepada orang-orang Yerusalem, nabi-nabi untuk mengajak mereka kembali kepada Tuhan dengan bertobat. Tetapi mereka menganiaya para nabi dan
membunuhnya. Hal yang sama akan dialami Yesus, tetapi dia tidak gentar. Dia nyatakan bahwa waktu—
Nya belum genap. Dia akan terus berkarya hari ini, besok dan lusa sampai tiga hari kemudian menyebarkan belas kasih Allah di Yerusalem yang dikasihi Tuhan. Sayang bahwa kasih Allah itu ditolak dan disalahfahami.


Keempat, Allah tidak pernah berhenti berbelas kasih. Dia seperti induk ayam yang ingin melindungi anakanak di bawah kepak sayap-Nya. Tetapi mereka tetap tidak menyadari hal itu. Yesus meyayangkan sikap penolakan mereka. Keselamatan yang menghampiri mereka tidak diterima sebagaimana mestinya.
Dengan pernyataan-Nya bahwa masih ada waktu 3 hari lagi, dia telah menubuatkan kematian dan
kebangkitan-Nya. Dinubuatkan juga kehancuran bait Allah Yerusalem yang sudah mereka cemarkan
dengan kemunafikan, kesombongan dan dosa-dosa mereka.


Kelima, mereka dapat memiliki harapan pada saat mereka dapat melihat Yesus adalah Dia, Mesias yang
datang dari Tuhan. Hancurnya bait Allah di tahun 70 menandai transformasi dari tempat penyembahan
yang fisik menuju kepada Tubuh Kristus, komunitas orang beriman yang penuh harapan. Seperti Yesus kita dapat meneladan hidup-Nya yang tidak gentar terhadap bahaya, jikalau itu sesuai dengan kehendak Allah yang harus kita kerjakan. Tidak terdistorsi oleh berbagai macam godaan yang membelokkan kita dari tujuan untuk menuju keselamatan. Kita tidak akan menerima berkat Allah jika kita menolak Tuhan dengan kehadiran dan perintah-Nya yang membawa keselamatan. Tuhan itu mengasihi manusia tanpa batas. Meskipun kita telah sering jatuh di dalam dosa terus menerus Dia mengundang kita untuk Kembali ke dalam kasih-Nya.


Doa: Tuhan mampukan kami melihat kehadiran-Mu dalam peristiwa apapun dalam hidup kami. Dalam suka dan duka hidup kami sehingga kami dapat selalu merasakan bimbingan-Mu dan tidak akan pernah menolak-Mu sumber pengharapan, cinta kasih, dan jalan keselamatan kami.

Srengseng Sawah, Jagakarsa Jakarta Selatan.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *