SALAM, HAI ENGKAU YANG DIKARUNIAI, TUHAN MENYERTAI ENGKAU

SALAM, HAI ENGKAU YANG DIKARUNIAI, TUHAN MENYERTAI ENGKAU

Penulis : Ansgarius Hari 45 Wijaya

Renungan harian, 20 Desember 2025

Lukas 1: 26-38

“Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”

Bunda Maria “diberkahi” atau “dikasihi” karena ia telah mendapat kasih karunia istimewa dari Allah, dan bahwa Allah menyertainya untuk tujuan yang besar, yaitu untuk menjadi ibu dari Yesus, yang akan menjadi Anak Allah dan seorang raja. Allah secara khusus akan menyertai dan memberikan kekuatan kepada Maria untuk tugas besar yang akan datang.

Bunda Maria terkejut karena sebagai perawan ia akan mengandung, dan malaikat itu menjelaskan bahwa “Roh Kudus akan turun atasnya dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaunginya”. Malaikat menjelaskan bahwa kehamilan itu tidak akan terjadi secara alami, melainkan melalui campur tangan ilahi: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungimu”. Malaikat juga menyampaikan bahwa anak yang akan dilahirkan itu akan disebut “kudus, Anak Allah” dan akan menjadi raja yang kerajaannya tidak akan berkesudahan. Ini adalah penggenapan nubuat tentang Mesias yang akan datang. Malaikat itu menjelaskan kepada Maria bahwa anak yang akan dikandungnya adalah melalui Roh Kudus dan kuasa Allah Yang Mahatinggi, bukan melalui hubungan suami istri, sehingga anak tersebut akan disebut kudus dan Anak Allah.

Aku ini hamba Tuhan, jadilah padauk menurut kehendak-Mu.

Bunda Maria menyatakan penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah, menerima peran dan tugas yang diberikan, serta memiliki iman yang teguh bahwa kehendak Allah akan terjadi. Ungkapan tersebut adalah tanda kerendahan hati, ketaatan total, dan iman yang luar biasa kepada Tuhan. Dengan mengakui diri sebagai “hamba Tuhan” (menggunakan kata Yunani doule yang berarti “hamba perempuan”), Bunda Maria menempatkan dirinya dalam posisi untuk hanya menjalankan tugas bagi Tuannya tanpa berhak menuntut apa pun. Bunda Maria rela hati menerima semua kesulitan dan tantangan yang akan datang akibat perannya sebagai ibu Mesias, tanpa mengeluh atau memberontak. Kalimat ini juga menunjukkan iman Maria yang luar biasa. Ia percaya sepenuhnya pada sabda Tuhan, meskipun ia memiliki keraguan bagaimana hal itu bisa terjadi, karena baginya “bagi Allah tidak ada yang mustahil”. Pernyataannya, “jadilah padaku menurut perkataanmu itu,” merupakan persetujuan Maria untuk mengizinkan peristiwa inkarnasi Sabda Allah terjadi dalam dirinya, yang sering disebut sebagai fiat (dalam bahasa Latin berarti “jadilah”).

Bagaimana dengan diri kita?

Apakah kita siap menjadi orang terpilih seperti Bunda Maria? Sedia menyerahkan diri secara utuh dengan berbagai kesulitan yang akan kita temukan dalam kehidupan ini? Bunda Maria sejak awal sadar akan persoalan yang bakal dihadapi sebagai seorang gadis yang mengandung. Tetapi dia pasrah dan taat apa yang Tuhan kehendaki. Sebab itu dia menjadi orang yang terberkati. Orang terberkati selalu sudah punya disposisi batin yang taat setia kepada Tuhan.

Bukan pertama-tama karena diberi rahmat. Tetapi karena menyediakan diri untuk menerima rahmat yang dalam pelaksanaan hidupnya tidak selalu mudah.

Syukur dan terima kasih kepada bunda Maria, karena kesediaannya, keselamatan datang kepada kita semua. Karya besar Allah untuk menyelamatkan umat manusia yang berdosa menjadi terwujud. Yesus Allah menjadi manusia hadir di dunia ini untuk membawa kita Kembali kepada Allah yang sejak semula sudah mencintai manusia. Meskipun manusia sudah jatuh ke dalam dosa.

Umat Katolik sangat menghormati bunda Maria karena perannya. Sampai sekarang Gereja Katolik selalu mengenangkannya dalam doa Angelus pukul 06.00 – 12.00 – 18.00. Bapa Paus Yohanes Paulus II sejak masa hidupnya sangat berdevosi kepada Bunda Maria. Komunisme runtuh karena kekuatan doa dan restu dari Bunda Maria. Banyak orang disembuhkan dari sakit penyakitnya waktu mereka berziarah ke Lourdes untuk menghormati bunda Maria. Gereja Katolik mendedikasikan tanggal-tanggal tertentu sepanjang tahun untuk merayakan Hari Raya dari Bunda Maria. 1 Januari Hari Raya santa Maria Bunda Allah. 25 Maret Dirayakan Hari Raya Bunda Maria Menerima Kabar Gembira. 15 Agustus Hari Raya santa Maria Diangkat Ke Surga. 8 September Pesta Kelahiran Santa Maria. Jika dihitung sepanjang tahun ada alam satu tahun, Gereja merayakan liturgi untuk menghormati Bunda Maria sebanyak 31 kali, terdiri dari: 4 kali Hari Raya. 4 Kali Pesta dan 23 Kali Peringatan wajib/fakultatif. Bulan Mei dan Oktober Gereja Katolik mendedikasikan sebagai bulan Rosario. Maka kita boleh mensyukuri rahmat Tuhan yang luar biasa untuk hidup kita manusia yang berdosa ini melalui ajaran Gereja Katolik dan doa-doa dari bunda Maria rahmat Allah selalu mengalir dalam kehidupan kita.

Kita boleh bersyukur bersama bunda Maria dan kita dapat berdoa: Aku mengagungkan Tuhan, hatiku bersukaria karena Allah penyelamatku. Sebab Ia memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini. Mulai sekarang aku disebut yang bahagia, oleh sekalian bangsa. Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa, kuduslah nama-Nya.

Srengseng Sawah Jagakarsa- Jakarta Selatan, 5 Desember 2025

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *