YESUS MEMBERITAKAN INJIL DENGAN MENYEMBUHKAN DAN MENGUSIR SETAN

YESUS MEMBERITAKAN INJIL DENGAN MENYEMBUHKAN DAN MENGUSIR SETAN

Oleh: Thomas Suhardjono

Renungan Harian

Minggu, 14 Januari 2026:

1:29 Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. 1:30 Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. 1:31 Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. 1:32 Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. 1:33 Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. 1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. 1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. 1:36 Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; 1:37 waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.” 1:38 Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” 1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan. (Mrk 1:29-39).

Penginjil Markus dikenal orang sebagai juru bicara Petrus, maka sering menceritakan apa yang dialami oleh Simon Petrus: perikop ini menceritakan bahwa mertua Simon Petrus mengalami kejadian disembuhkan oleh Yesus. Injil Markus menggambarkan Yesus sebagai seorang pria yang selalu bergerak, aktif, didorong oleh misi ilahi-Nya, dengan terlibat langsung dalam kehidupan sehari-hari umat manusia. Yesus bukan pewarta dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata: penyembuhan dan pengusiran setan. Maka kedua hal ini, penyembuhan dan pengusiran setan diulang-ulang, dan intinya adalah tugas utama Yesus diutus Bapa ke dunia: untuk memberitakan Injil, warta gembira Kerajaan Allah.

Setidak-tidak ada tiga hal bisa direnungkan dari perikop ini. Pertama, Yesus itu Putera Allah Bapa yang berkuasa atas hidup dan matinya manusia. Maka segala macam penyakit bisa disembuhkan oleh Yesus, hanya dengan menyentuh atau memandangnya saja. Kalau Yesus mau, maka penyakit apa pun yang menimpa siapa pun, baik Yahudi dan non Yahudi, bisa disembuhkan dengan segera. Tuhan mahakuasa (ayat 34). Semoga iman kita makin dikuatkan dengan kemahakuasaan Yesus, Putera Allah yang mahatinggi.

Kedua, Meski Yesus mahakuasa, namun misi Yesus datang ke dunia bukan untuk menunjukkan itu. Ada misi yang lebih mulia, yakni mengajak orang untuk ikut memasuki Kerajaan Allah, agar semua orang diselamatkan, dari situasi kedosaan, kejahatan, kebencian, dan kehancuran lainnya. Misi Yesus adalah mengajak orang untuk menerima Kerajaan Allah di dalam hatinya, dengan memupuk semangat kasih, perdamaian, pelayanan dan saling menghormati, untuk menjadikan dunia ini indah sebagaimana waktu Allah menciptakannya (ayat 38).

Ketiga, Yesus itu Sabda yang menjadi daging, ada di tengah-tengah kehidupan manusia, mengalami kenyataan hidup sehari-hari, suka duka setiap orang. Namun Yesus tidak hanyut dalam perkara duniawi, tidak larut dalam problematika hidup manusia yang tak kunjung berhenti. Yesus selalu meluangkan waktu untuk menyendiri dan berdoa (ayat 35). Yesus mengajari kita tidak dengan kata-kata, tetapi langsung dengan teladan hidup-Nya, bagaimana menyucikan waktu dalam kehidupan profan dunia ini, Di situlah kita akan memiliki kebijaksanaan sebagai murid Kristus sejati. Sudahkah kita meluangkan waktu barang sehari tiga kali berdoa Malaikat Tuhan? Sudahkah kita membuat tanda salib saat kita mau makan, mau tidur, mau berangkat kerja, mau memulai pekerjaan, dsb?

Marilah berdoa,

Yesus yang mahakuasa,

Ajarilah kami selalu rendah hati, untuk senantiasa mohon pertolongan dan belas kasih-Mu, apabila kami mengalami kesulitan hidup sehari-hari. Biarlah Engkau yang menyembuhkan kesombongan kami, menyingkirkan segala penyakit yang ada dalam diri kami. Ubahlah hati kami menjadi hati yang penuh kasih, damai dan bersemangat untuk saling melayani.

Yesus yang penuh kasih,

Ajarilah kami untuk selalu menyucikan hari-hari hidup kami dengan meluangkan waktu sejenak, untuk berdoa dan membangun kedekatan kami dengan diri-Mu. Semoga seluruh hidup kami bergerak sesuai dengan semangat yang Kau miliki sendiri. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Thom Hardjono

Pemerhati pendidikan, keluarga, hidup rohani, humaniora dan hidup bermasyarakat. 100% Katolik 100% Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *