Jadilah Hamba Yang Setia dan Bijaksana
Renungan Harian
Kamis, 28 Agustus 2025
Peringatan Wajib St. Agustinus, uskup dan pujangga Gereja
Oleh Yohanes Haryanto
“Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu ketika tuannya itu datang” (Mat.24:45-46)
Bapak, Ibu, Saudara/i terkasih dalam Kristus, hari ini lagi dan lagi kita, para hamba Tuhan, dipanggil menjadi hamba-hamba yang setia dan bijaksana dalam melaksanakan tugas “memberikan makanan pada waktunya” bagi “orang-orangnya”, sesama kita para hamba Tuhan.
Siapakah kita ? Kita ini hamba-hamba Tuhan. Orang-orang yang dipanggil untuk melaksanakan tugas yang diberikan Tuhan. Jika betul-betul kita bersedia menerima panggilanNya untuk menjadi hamba-hambaNya, itu berarti kita sedia untuk patuh dan taat padaNya selaku tuan kita. Kita tidak akan bertindak semau kita sendiri, melainkan patuh dan taat kepadaNya.
Apa tugas yang diberikan Tuhan kepada kita para hambaNya? Tugas kita: memberikan makanan pada waktunya bagi “orang-orangnya”, bagi para hamba Tuhan yang lainnya, sesama hamba Tuhan. Kita diutus/ditugasi Tuhan untuk menjadi pria atau wanita bagi sesama. Kita berjuang bukan pertama-tama demi kepentingan kita sendiri, melainkan demi kepentingan sesama hamba Tuhan agar mereka beroleh “makanan” dari Tuhan tepat pada waktunya.
Bagaimana kita dapat melaksanakan tugas itu dengan setia ? Pertama-tama tentu didasari kesadaran diri selaku hamba. Hamba baru sungguh-sungguh menjadi hamba apabila melaksanakan tugas dari tuannya. Aku mau jadi hamba Tuhan itu artinya aku hendak selalu melaksanakan tugas yang dipercayakan olehNya. Kesadaran itu mendorong kita untuk “melu handarbeni”, ikut memiliki tugas yang dipercayakan Tuhan. Tugas itu tugas kita. Bukan sesuatu yang berada di luar diberikan kepada kita, melainkan sebagai tugas yang kita akui sebagai tugas kita sendiri juga. Kesadaran diri selaku hamba, yang ikut merasa memiliki tugas dari Tuhan sebagai tugas kita juga, mendorong kita semua untuk merasa wajib ikut “hangrungkebi’, membelanya, memperjuangkan perwujudannya.
Menjadi hamba Tuhan yang setia demi kesejahteraan sesama hamba Tuhan tentu bukan perkara mudah, pun tidak dapat kita lakukan secara grusa grusu sembarangan. Kita perlu mendayagunakan segenap kemampuan manusiawi kita semaksimal mungkin: suara hati , imaginasi kreatif , kesadaran diri, kehendak bebas kita. Tuhan memanggil dan mengutus kita menjadi hamba yang setia dan bijaksana.
Bersama Santo Agustinus yang kita peringati hari ini, kita semangati diri kita untuk menjadi hamba Tuhan yang setia dan bijaksana. Kata-kata mutiara St. Agustinus kita camkan bersama: “Ubi amatur, non laboratur; aut si laboratur, labor amatur”. Di mana ada cinta, di situ tak ada beban; kalau pun beban itu ada, beban itu pun dicintai.
Engkau mencintai kami semua ya Tuhan, kuatkan kami dalam upaya menjadi hamba-hambaMu yang setia dan bijaksana. Amin.

