Rencana Tuhan Detail, Indah dan Nyata
Senin, 8 September 2025
Oleh Romo Ibnu Fajar Muchammad MSF
Romo, Ibu, Bapak, Saudari terkasih dalam Tuhan. Dalam bacaan Injil kita bisa mendengarkan di sana nama-nama yang panjang dari leluhur dari Santo Yusuf. Memang leluhur yang panjang itu kita bisa melihat awalnya. Kita bisa melihat di sana dari Abraham lalu terakhir kepada Yusuf.
Walaupun memang dalam bacaan ini satu ayat itu dihilangkan. Namun kita bisa melihat bahwa alurnya itu jelas sekali. Dan dalam alur yang jelas itu kita bisa melihat tidak ada nama yang sama hampir nama yang sama enggak ada seolah-olah atau nama yang sama hanya Yakub itu saja. Yang di atas itu Yakub anak Ishak. Yang kedua itu Yakub, bapak dari Yusuf.
Hanya dua itu nama. Dan kita bisa melihat bahwa tidak semuanya itu adalah orang yang suci sebetulnya, tetapi keturunannya Adalah keturunan yang garis lurus. Dan di situ kita bisa melihat ada sesuatu yang baik, yakni karena keturunannya yang diungkapkan di situ kan hampir semuanya adalah laki-laki dan kita bisa melihat ibu bapak Tuhan dalam bertindak itu sudah merencanakan yang luar biasa dengan keturunan yang panjang itu ditampakkan Tuhan dalam merencanakan keselamatan itu sudah direncanakan dengan detail dan teliti. Dan kita bisa melihat bahwa ternyata sang penyelamat lahir dari Maria. Maria yang kita layakkan ulang tahunnya hari ini. Karena bacaan mengenai kelahiran Bunda Maria tidak dicantumkan dalam kitab suci. Maka kita tidak membacakan itu, tetapi kita membacakan Injil yang memperlihatkan peran Bunda Maria yang sangat besar, yakni melahirkan sang penyelamat. Ya, kita bisa melihat di sana Yusuf yang dipilih oleh Tuhan menjadi orang tua dari Tuhan Yesus untuk mendidiknya. Kita bisa melihat Tuhan sungguh-sungguh sudah memperhatikan kepada siapa anaknya ini mau dititipkan untuk dididik.
Dan kita bisa melihat, oh ternyata dididik dari keturunan Daud itu. Nah, Ibu, Bapak, Saudari terkasih lagi Tuhan. Kalau demikian pesan ini ma berpesan apa untuk kita? Pesan ini Adalah kita harus ingat juga para leluhur kita. Tentu saja yang pertama leluhur kita yang membuat kita ini ada.
Walaupun semakin kita mengingat leluhur. untuk ee ke atas ya, leluhur kita ke atas, orang tua kita dua, kakek nenek kita empat, lalu buyut kita ada 16 ya. Tapi kita yang kita ingat hanya seolah-olah hanya satu. satu, satu, satu gitu ya. Tetapi apakah kita senantiasa juga mendoakan mereka supaya mereka juga ada dalam Tuhan?
Karena para leluhur praktis sudah banyak yang sudah meninggal. Apakah kita sudah mendoakan mereka supaya mereka Bersatu dalam kerajaan surga? Lalu yang kedua pesannya adalah kalau Tuhan sudah merencanakan, apakah kita juga senantiasa bersyukur karena Tuhan sudah merencanakan kelahiran kita juga.
Kelahiran kita yang sudah direncanakan Tuhan, tentu saja kita bisa melihat bahwa rencana Tuhan, rancangan Tuhan ini adalah baik adanya. Apakah kita sudah senantiasa bersyukur di dalam kehidupan kita sehari-hari? Mengungkapkan Syukur bahwa Tuhan sudah merencanakan dalam kehidupan kita ini rencananya untuk keselamatan kita. Sehingga kita tidak hanya direncanakan sebagai manusia saja, namun juga dipanggilnya untuk menjadi pengikut Tuhan. Bukankah kita harus mengungkapkan Syukur kepada Tuhan? Ungkapan syukur ini haruslah juga ada sesuatunya. Paling tidak kita mengingat nama baptis kita.
Paling tidak kita mengingat nama lengkap kita. Karena di dalam nama yang lengkap kita itu sudah teruntai ungkapan rencana Tuhan yang diberikan oleh orang tua kita melalui nama yang baik pulang. Biasanya nama perempuan itu tentu saja adalah nama bunga. Biasanya nama bunga. Tetapi toh bunga pun juga pilihan juga karena tidak ada yang diberi nama nama perempuan itu bunga bangkai.
Enggak ada nama laki-laki biasanya di karena ada aspek kekuatan lalu diberi nama pakai nama binatang. Ada gajah, ada lembu segala macam zaman-zaman dulu itu ya. Tapi enggak ada yang diberi nama asu. Enggak ada. Jadi kita bisa melihat itu pun juga sudah pilihan dari orang tua. Kenapa? Karena ada satu nilai yang mau ditanamkan di dalam diri anak. Tuhan Yesus diberi nama Yehosua. Allah yang menyelamatkan. Itu juga mempunyai rencana tersendiri yang tersematkan dalam nama Yesus. Bahkan ditambah lagi Imanuel yang Tuhan beserta kita juga.
Nah, maka kita juga gak sadar dengan nama kita ini Tuhan mau mengarahkan kita ke mana. Paling tidak kita ingat nama baptis kita. Apakah nilai-nilai dari orang kudus yang kita pilih sebagai nama baptis atau dipilihkan sebagai nama baptis kita juga sudah kita hidup secara konsekuen. Dengan seperti itu kita sudah mewarisi semangat yang dimiliki oleh Bunda kita Maria, Bapak Yusuf kita dan juga Tuhan Yesus. sehingga kita penuh tanggung jawab mempertanggungjawabkan panggilan kita dan rencana Tuhan di dalam kehidupan kita.
Selamat merenungkan.

