Mengabdi Allah atau Mengejar Harta

Mengabdi Allah atau Mengejar Harta

Renungan singkat
Sabtu, 08 November 2025

Oleh Andre Sumariyatmo

Injil Lukas 16 : 9 – 15

“Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon”(ayat 13 b).
“Lalu Ia berkata kepada mereka,”Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab, apa yang dikagumi manusia, adalah kejijikan di hadapan Allah” (ayat 15).

Dalam hidup bermasyarakat sering kita temukan beberapa orang yang begitu cepat menjadi kaya raya..Muncul pertanyaan dari mana kekayaan itu berasal? Apa pekerjaannya? Usahanya apa? Pertanyaan-pertanyaan ini muncul dan menimbulkan keheranan dan kecurigaan apakah kekayaan tersebut diperoleh dengan.kerja keras atau hasil korupai?

Ada kejadian yang pahit dan tragis menyedihkan sampai membuat depressi dari beberapa guru dan dosen yang menabung pada sebuah Yayasan untuk menyiapkan dana pensiun. Mereka bersemangat dalam menabung karena dijanjikan dapat bunga yang lumayan tinggi. Rupanya ada penyelewengan keuangan yang dilakukan oleh Ketua Yayasan Dana Pensiun tersebut. Dia korupsi sekian puluh Milyard. Gaya hidupnya sudah berubah drastis. Dia bisa membeli beberapa rumah, apartemen dan mobil-mobil mewah. Ketika para.guru dan dosen mau menarik uang pensiun ternyata tidak pernah diberikan. Diberikan janji tapi tidak ada pemberian uang. Kita dapat menyimpulkan bahwa Ketua Yayasan tergoda untuk menumpuk harta dengan korupsi uang Yayasan. Sementara para guru dan dosen menjadi stress karena dana pensiun yang sudah disiapkan ternyata habis dikorupsi. Sungguh menyedihkan…

Tuhan Yesus dalam Injil hari ini sangat tegas memberikan pesan kepada kita agar belajar setia dan jujur dalam perkara yang kecil. Pentingnya belajar bertanggung jawab dan tidak tergoda untuk menyalahgunakan kewenangan. Demikian juga soal Mamon yang berarti menyangkut harta, kekayaan, kekuasaan, warisan, uang milik bamyak orang, perlu dijamin, dijaga dan diamankan, Siapapun yang setia dan jujur dalam perkara dan urusan yang kecil, sederhana maka dia layak dan patut mendapatkan kepercayaan dan tanggung jawab dalam perkara, urusan yang besar dan berat.

Tuhan Yesus juga berpesan agar siapapun yang percaya kepada-Nya maka dia harus mempunyai sikap batin untuk mengikuti jalan Allah yakni bersikap jujur, setia, adil, terbuka, transparan. Ketaatan pada Allah ini jelas bertolak belakang dengan niat dan tindakan memuja dan mengejar mamon artinya nekad menyalahgunakan kewenangan, mengejar kekayaan, serakah, tidak peduli dengan nasib dan kesusahan banyak orang. Tuhan Yesus tegas bahwa tidak dapat mengabdi Allah dan sekaligus mengabdi kepada Mamon. Tuhan juga mengkritik para Farisi yang membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui kebusukan hati mereka. Apa yang dikagumi manusia adalah kejijikan di hadapan Allah.

Doa : Allah yang maha pengasih dan penyayang, kami mudah tergoda dan berbuat tidak jujur dan tidak setia pada bimbingan Roh Kudus. Untuk itu kami mohin rahmat keteguhan dan keberanian menolak godaan apapun supaya kami bisa hidup damai, tidak tersesat, setia dan jujur dalam tugas dan tanggung jawab kami. Demi Kristus Tuhan dan lengantara kami. Amin. Tuhan memberkati.

ANDRE SUMARIYATMO
Aktivis Paroki Pejimpongan Jakarta.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *