TUHAN MAMPUKAN KAMI MELIHAT KEHADIRANMU DAN MEMBUKA PINTU HATI UNTUK MENYAMBUTNYA

TUHAN MAMPUKAN KAMI MELIHAT KEHADIRANMU DAN MEMBUKA PINTU HATI UNTUK MENYAMBUTNYA

Renungan Harian
KAMIS, 20 NOVEMBER 2025
Oleh Ansgarius Hari Padmawijaya
LUKAS 19: 41-44

Saudara yang terkasih


Perikopa ini mengingatkan saya pada gambar Yesus mengetuk pintu, yang biasanya digunakan untuk
memberikan ilustrasi pada teks Kitab Wahyu. 3:20, yang menggambarkan Yesus berdiri di luar pintu dan
mengetuk, sambil mengundang untuk makan bersama bagi mereka yang mendengarkan dan
membukakan pintu. Makna simbolisnya adalah bahwa Yesus berdiri di luar pintu hati manusia dan
mengetuk untuk diizinkan masuk, sehingga dapat menjalin persekutuan yang intim dengannya dan
merayakan pesta dengan makan bersama dengannya dalam kerajaan surga.

Dalam teks hari ini digambarkan bagaimana Yesus menangisi Yerusalem (penduduknya) yang tidak
mampu melihat kedatangannya sebagai pembawa keselamatan. Maka Dia juga menubuatkan akan
kehancurannya kelak. Dan itu terjadi tidak terlalu jauh waktunya sesudah zaman Yesus, karena Yerusalem
dihancurkan tahun 70 M. Pasukan Romawi yang dipimpin oleh Titus mengepung ibu kota Yahudi, benteng utama pemberontakan tersebut. Setelah berbulan-bulan bertempur, mereka berhasil menembus
pertahanan, menghancurkan Bait Suci Yerusalem, dan meratakan kota tersebut, membunuh,
memperbudak, atau menggusur sebagian besar penduduknya. Kejatuhan kota tersebut menandai
berakhirnya pemberontakan mereka kepada Pemerintahan Romawi dan memiliki konsekuensi politik,
agama, dan budaya yang luas.

Sisa Bait Suci berupa Tembok Ratapan adalah satu-satunya sisa tembok penahan yang masih berdiri dari
Bait Suci, yang dihancurkan. Dua kali penghancuran itu terjadi yaitu pada masa sebelum Yesus zaman
tahun 587 SM oleh Babilonia di bawah Nebukadnezar II menghancurkan Yerusalem dan Bait Suci Pertama
setelah pengepungan. Banyak penduduk diasingkan ke Babilonia. Kedua seperti tersebut di atas, Titus
dengan 48.000 pasukannya menghancurkan Yerusalem seperti tersebut di atas.
Di tahun 1099 Masehi Pasukan Perang Salib Pertama merebut kota Yerusalem dari kekuasaan Muslim
setelah lebih dari empat abad di bawah pemerintahan Islam. Yerusalem kembali menjadi kota Kristen
selama 88 tahun.


Tahun 1187 Masehi Salahuddin Ayyubi menaklukkan Yerusalem dari Tentara Salib setelah Pertempuran
Hattin. Penyerahan kota dilakukan dengan sedikit pertumpahan darah, dan Salahuddin kemudian
memulihkan situs-situs suci Muslim dan mengizinkan orang Kristen untuk tinggal di sana. Sekarang ini Tembok Ratapan juga memiliki makna sejarah yang penting bagi umat Kristen dan Islam, dan sering kali menjadi pusat perhatian dunia karena sensitivitas religius dan politiknya. Sisa bait suci ini bagi umat Yahudi menjadi lambang identitas, dan hubungan spiritual mereka dengan Tuhan. Mereka beribadah di tembok ratapan ini sebagai pusat ibadah dan ziarah bangsa Yahudi hingga sekarang ini.


Yesus menangis karena jauh sebelumnya sudah melihat konsekuensi tersebut. Dia mengasihi umat
Yerusalem, tetapi mereka tegar hati seperti nenek moyang mereka. Menolak kedatangan Yesus yang akan
membawa keselamatan. Rakyat Yerusalem tidak dapat mengenali keselamatan yang dibawa oleh Yesus
bahkan menolak-Nya. Damai Sejahtera yang dibawa oleh Yesus tidak diterima dengan membuka pintu
hati dan melakukan pertobatan. Hancurlah mereka oleh karena kebebalan hati mereka.


Menimba dari pengalaman Yerusalem (dan umatnya), baiklah kalau kita menerima kedatangan Tuhan dan
menyambutnya dengan suka cita. Melakukan apa yang dikehendakinya yang akan mendatangkan keselamatan bagi kita. Tidak menyia-nyiakan waktu untuk segera melakukan pertobatan yang diperlukan agar Rahmat Tuhan kerasan tinggal dalam hati dan hidup kita.

Doa: Tuhan mampunkan kami melihat kedatangan-Mu dalam berbagai peristiwa hidup kami, dan
menyambutnya dengan penuh suka cita. Agar semua bencana hidup tidak akan menimpa kami yang selalu membuka hati untuk kedatangan- Mu. Amin.

Srengseng Sawah Jagakarsa, Jakarta Selatan
Ansgarius Hari 45 Wijaya

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *