Janda Miskin Yang Super Peduli

Janda Miskin Yang Super Peduli

Oleh Andre Sumariyatmo

Renungan Harian
Senin, 24 November 2025

Injil Lukas 21 : 1 – 4

Lalu Ia berkata, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu. Janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang itu. Sebab, mereka semua memberi dari kelimpahannnya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkah yang dimilikinya” (ayat 3 – 4).

Para sedulur yang terkasih,

Di paroki saya ada satu seksi Ayo Sekolah Ayo Kuliah (ASAK). Seksi ini membantu anak-anak keluarga miskin supaya bisa sekolah mulai.dari SD, SMP, SMA sampai kuliah. Untuk mendapatkan dana pendidikan, seksi ini menerima sumbangan dari para dermawan (donatur). Kebanyakan para dermawan tersebut memberikan sumbangan dari kelebihannya. Namun ada satu oma yang rutin memberikan sumbangan. Padahal saya tahu oma tersebut hidup seorang diri. Hidupnya sederhana dan serba pas-pasan. Tiap bulan dia menerima uang pensiunan yang kadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun oma tersebut menyerahkan uang pensiunan untuk disumbangkan ke Seksi ASAK. Alasannya dia bahagia sekali dapat membantu anak miskin bisa bersekolah. Untuk keperluan hidupnya, kadang-kadang beberapa warga lingkungan memberi bantuan berupa sembako, uang atau pakaian kepada oma tersebut.

Injil hari ini memberikan pesan yang kuat tentang komentar Tuhan Yesus atas persembahan (kolekte) orang kaya dan janda miskin. Dua orang yang berbeda kelas kekayaan. Keduanya sama-sama berbuat baik memberikan persembahan. Mereka masih berpikir untuk orang lain. Tetapi Tuhan memberikan pengajaran yang “menggelitik” hati kita. Mengapa? Apa pesannya?

Orang kaya memberikan persembahan dari kelimpahan hartanya artinya dia sudah menyiapkan, menghitung dan menyisihkan harta untuk kebutuhan hidupnya. Dia memastikan jaminan hidup dari kekuatannya sendiri. Dia tidak kuatir, masih punya uang yang cukup. Setelah dicadangkan hartanya, barulah dia tergerak memberikan persembahan atau sumbangan.

Bagaimana tentang janda miskin? Tuhan Yesus mengapresiasi nilai persembahan janda miskin itu lebih banyak daripada orang kaya karena diberikan dari kekurangan bahkan seluruh nafkah yang dimilikinya. Apa arti persembahan ini? Jelaslah bahwa janda miskin memberikan semua.yang dimilikinya. Dia tidak egois. Dia tidak materialistis. Niatnya kuat untuk membagikan hartanya pada orang lain (“option.for others”). Dia tidak mengkuatirkan akan.kebutuhan hidup dan masa depannya. Dia punya iman kepercayaan bahwa Tuhanlah penjamin hidupnya. Tuhanlah sumber rejekinya..Tuhan akan memberikan makanan dan rejeki sesuai dengan yang dibutuhkannya.

Doa : Allah yang maha murah dan belas kasih, kami sering mengkuatirkan akan rejeki dan apa yang dapat kami makan atau minum. Kekuatiran ini membuat kami bersikap egois dan kurang peka untuk membantu sesama yang membutuhkan pertolongan. Kami lebih mempertahankan harta kekayaan daripada berbagi untuk orang lain. Untuk itu ajarilah kami bersikap tulus ikhlas dan gerak cepat memberikan sumbangan dan bantuan pada siapapun yang miskin, belum.dapat pekerjaan dan menderita karena sakit. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin. Tuhan memberkati.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *