BERBUAT BAIK DALAM SEGALA HAL
Renungan Harian
Pekan Biasa XXXI hari Kamis 27 November 2025
Oleh FA Adihendro
Bac. Misa: dan 6:12-28; Luk 21:20-28
Warna Liturgi: Hijau
“Barang siapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.” (Luk 17:33)
Sahabat Yesus terkasih,
Pada suatu ketika, Yesus mengingatkan sekaligus menyadarkaan para murid-murid-Nya akan suatu kisah yang para murid sudah memahaminya karena seringkali dikisah-ulangkan setiap ada pertemuan-pertemuan. Yakni kisah tentang Nabi Nuh dan keluarga Lot. Dua kisah itu oleh para ahli Kitab Suci dimaksudkan untuk pengajaran iman dan moral bangsa Israel. Jadi bukan fakta historis. Namun karena kisah itu diceritakan secara terus menerus dan diulang-ulang maka seakan-akan menjadi bagian dari sejarah hidup mereka.
Ketika zaman Nuh orang hidup “santai-santai saja” (dalam bahasa Kitab Suci, orang makan dan minum, kawin dan dikawinkan) dan tidak menyadari bahwa dalam hidup yang biasa-biasa itu Tuhan tetap bekerja dan memberi penghakiman atas kelakuan manusia. Demikian halnya pada zaman Lot, mereka hidup datar-datar saja (bahasa Kitab Suci, makan dan minum, membeli dan menjual, menanam dan membangun) tidak menyadari akan campur tangan Tuhan yang mengadili orang jahat dan orang baik, yang mendengarkan Sabda Tuhan dan yang tidak. Sehingga ketika kedatangan Anak Manusia tiba, yakni penghakiman Tuhan, mereka terperangah dan menyesal kemudian!
Memang datangnya hari Tuhan itu tidak ada yang bisa memastikan. Namun peringatan demi peringatan sudah terlalu sering disampaikan, melalui pewartaan para nabi, melalui Sabda Tuhan, melalui peristiwa sehari-hari, melalui orang lain. Kita tidak boleh sedikit pun lengah. Orang bijak mengatakan, “Saat-saat yang paling berbahaya dalam hidup kita adalah saat ketika kita berpisah dengan Tuhan”. Dalam hidup profan sehari-hari, Tuhan selalu memegang peran. Mari kita menyadari campur tanganTuhan dalam hidup dan kegiatan rutin kita sehari-hari.
Doa: † Tuhan, Allah Bapa yang Maha Murah, kami berterima kasih karena Engkau telah menyadarkan kami bahwa kami harus selalu siap menunggu kedatangan Anak Manusia, yang tidak dapat kami duga-duga. Utuslah Roh Kudus-Mu agar mengajari kami untuk selalu berbuat baik, bahkan dalam hal-hal yang kecil. Dengan demikian, pada saat kedatangan Anak Manusia , kami sudah siap. Demi Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin. †
FA Adihendro
Pemerhati Hidup Rohani

