BERJAGA-JAGALAH SAMBIL BERDOA

BERJAGA-JAGALAH SAMBIL BERDOA

Y. Haryanto

Renungan Harian
Sabtu, 29 November 2025

Injil Lukas 21: 34-36

  1. “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. 35. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. 36. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yg akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia”

RENUNGAN:

Bapak, Ibu, Saudara saudari terkasih dalam Kristus, Berkah Dalem, Tuhan memberkati kita semua !

1. Menghadapi Zaman Penuh Keraguan

Kita hidup di tengah banyak masalah: ada sejumlah pemimpin yang tidak bisa jadi tauladan, banyak orang mengabaikan norma moral, banyak kabar angin, banyak korupsi.

Di tengah-tengah situasi banyak masalah itu, orang yang tidak punya prinsip bisa terjebak dalam keragu-raguan, merasa serba salah dalam melangkah: ikut-ikutan hati tidak tahan, risau penuh keresahan, namun mendapat bagian kemakmuran/harta kekayaan. Jika tidak ikut arus tidak bakal mendapat bagian, ujung-ujungnya jatuh miskin kekurangan.

Raden Ngabehi Ranggawarsita (1802-1873), pujangga terakhir Kasunanan Surakarta, dalam tulisannya yang terkenal, Serat Kalatidha, mengingatkan orang agar berpegang pada prinsip yg dikehendaki Tuhan: bagaimanapun beruntungnya orang yang lalai, masih lebih beruntung orang yang sadar dan waspada (ndilalah karsa Allah, begja-begjane kang lali, luwih begja kang eling lawan waspada)

Menghadapi zaman penuh keraguan untuk orang tak berprinsip (jaman gila), R Ngabehi Ranggawarsita memberi pepeling/peringatan akan perlunya Eling lawan Waspada.

2. Menghadapi Hari Tuhan

Hari-hari belakangan ini kita mendengar berita darurat bencana Sumatera: banjir bandang, tanah longsor dan gempa melanda Aceh dan Sumatra Utara: Medan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Mandailing Natal. Orang-orang takut dan bingung, tidak sedikit korban hilang dan meninggal.

Bencana Alam itu bisa menjadi tanda akan datangnya bencana akhir zaman bagi orang yg tidak percaya dan mengabaikan Tuhan dalam hidup harian. Menghadapi bencana akhir zaman orang-orang itu akan takut dan bingung, pada akhirnya mati ketakutan karena kecemasan.

Bagi orang-orang yang percaya dan mengandalkan Tuhan, hari itu menjadi Hari Tuhan (34), hari penyelamatan (28), hari datangnya Allah Meraja (31). Orang-orang percaya yang dianggap layak dibangkitkan (20:35-36).

Peringatan Tuhan Yesus bagi kita untuk berjaga-jaga seraya berdoa mengarah pada kesiapan menyambut Hari Tuhan, hari penyelamatan, hari datangnya Allah Meraja.

3. Eling lawan Waspada (Sadar dan Waspada)

Ungkapan pepeling/peringatan dalam bahasa Jawa itu dalam Terang Sabda Tuhan Lukas 21:34-36 dapat kita jadikan panduan hidup:

  1. Ingat: jaga hatimu agar tidak dikuasai oleh nafsu mengejar kenikmatan hingga lupa diri.
  2. Ingat: seluruh penghuni bumi akan menghadapi akhir zaman. Perlu kesiapan, jangan sampai “datang dengan tiba-tiba seperti jerat” (34).
  3. Luangkan waktu untuk merenungkan Sabda Tuhan guna beroleh keteguhan arah hidup di tengah zaman penuh keraguan.
  4. Luangkan waktu untuk berdoa, merasakan kedekatan relasi kasih dengan Allah dan menimba kekuatan daripada-Nya untuk menghadapi hambatan, godaan dan ancaman zaman.

Doa: Bantulah kami, ya Tuhan, untuk setia berjaga-jaga seraya berdoa hingga tiba hari penyelamatan kami. Amin

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *