Rm. Albertus Tan Thian Sing MSF: *PRIBADI TEKUN, MURAH SENYUM, RENDAH HATI

Rm. Albertus Tan Thian Sing MSF: *PRIBADI TEKUN, MURAH SENYUM, RENDAH HATI

Tidak lama, hanya dalam waktu singkat saya mengalami hidup bersama Rm. Albertus Tan Thian Sing MSF. Pada tahun 1975 Beliau saya kenal sebagai *Frater MSF Senior* di Skolastikat MSF, Wisma Nazareth, Banteng, Yogyakarta. Dan pada tahun 1976 sebagai *Rama Pendamping Novis MSF* untuk beberapa minggu di Sinewente, Bandungan. Waktu singkat yang membawa berkat: mengenal *seorang pribadi berkarakter memikat*.

1. Frater MSF Senior

Pada tahun 1975 saya bersama teman-teman seangkatan bergabung dengan MSF sebagai skolastik tingkat pertama, frater MSF paling baru, paling muda dan paling rendah tingkat pendidikannya. Sementara Rm. A Tan Thian Sing MSF waktu itu sudah menyandang sebutan sebagai *frater Theologan Senior* yang siap ditahbiskan menjadi Imam MSF. Ada rentang jarak yang jauh: Rm Sing ada di tingkat akhir, tingkat VI, tingkat paling atas, sementara kami ada di tingkat awal, tingkat paling rendah, tingkat I. Tentu kami para frater yunior bersikap hormat kepada para frater senior. Di antara para frater MSF senior, frater Sing tampil memikat: beliau tampak *tekun* dalam studi, hidup berkomunitas, pelayanan pastoral, dan berlatih beladiri karate. Beliau seorang karateka handal dan tangguh. Selain tekun, beliau itu *murah senyum*. Kepada siapapun yang beliau temui: tersenyum ramah, hangat bersahabat. Sebagai frater Theologan Senior yang siap ditahbiskan menjadi imam misionaris Keluarga Kudus (MSF) beliau hadir santai dan *rendah hati* di hadapan dan dalam pergaulan dengan kami para frater yunior. 

2. Rama Pendamping Novis MSF

Pada tahun 1976 saya bersama teman-teman seangkatan dan adik tingkat menjalani masa novisiat di Salatiga di bawah bimbingan Rama Magister C. Adi Wijaya MSF. Lantaran Novisiat dipinjam PGI untuk penginapan para peserta Sinode, para novis menjalani pendidikan di tempat lain, tempat yang dipinjam sebagai tempat tinggal sementara: Vila Sinewente Bandungan, Vila Jesuit di belakang KSED. Selama kami di Bandungan kami didampingi Rama Tan Thian Sing MSF. Sebagai Imam muda MSF yang baru ditahbiskan, beliau diminta pimpinan untuk menjadi pendamping novis, membantu Magister Novis waktu itu, Rm. C Adi Wijaya MSF. Selama kami, para novis MSF 1976, di Sinewente Bandungan, Rm Sing mendampingi kami dengan kehangatannya, murah senyumnya, dan dengan kerendahan hatinya. Paling berkesan bagi kami para novis yang beliau dampingi: pengalaman naik gunung Ungaran sebagai kegiatan pembinaan. Aneka softskills dibina, juga doa meditasi mensyukuri & mengagumi kebesaran Tuhan sebagaimana tampak dalam keindahan alam. Dalam relasi antara pendamping dan para novis MSF nilai-nilai keutamaan kesungguhan, ketekunan, keramahan, kerendahan hati, ditumbuhkembangkan dengan baik dan menyenangkan. 

Rama Sing, memang hanya dalam waktu yang singkat kami boleh merasakan kehadiranmu dari dekat. Namun dalam waktu yang singkat itu kami merasa beroleh berkat: bertemu dengan pribadi berkarakter memikat, Rm Sing yang tekun, murah senyum, dan rendah hati. Sugeng tindak sowan Gusti, Rama Sing

Swarga langgeng ! 

[Y. Haryanto]🙏

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *