Maria, Hamba Tuhan Yang Setia dan Rendah Hati
Oleh Andre Sumariyatmo
Renungan Hari Senin, 08 Desember 2025
Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa
Injil Lukas 1 : 26 – 38
“Jangan takut, hai Maria sebab engkau beroleh anugerah di hadapan Allah”(ayat 30). “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Kata Maria,” Aku ini hamba Tuhan. Jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (ayat 37-38).
Para sedulur yang terkasih.
Satu topik yang menarik dan sering ditanyakan oleh para katekumen adalah betulkah bunda Maria itu tetap perawan dan dikandung tanpa dosa? Ini ajaran iman katolik. Para katekumen yang ingin dibaptis dan menjadi orang katolik sering kali mengalami kesulitan untuk menerima ajaran iman katolik ini. Kesulitan mereka ini karena bersumber pada nalar pikiran manusia yang punya keterbatasan menangkap misteri ilahi. Saya sebagai katekis tentunya perlu membantu bagaimana mereka dibimbing dan dibuka pikiran sampai pada memiliki iman kepercayaan akan rencana dan karya keselamatan Allah melalui panggilan Maria.
Injil Lukas hari ini menyampaikan pesan yang kuat bahwa.Allah memang telah memilih dan menyiapkan Maria untuk menjadi bunda yang akan melahirkan Yesus Kristus, Sang Firman Allah yang menjadi manusia. Maria memang dipersiapkan dan terpilih sebagai manusia yang dibebaskan dari dosa asal, dosa warisan Adam dan Hawa. Maria memiliki sikap terbuka, rendah hati dan penuh kepercayaan ketika Malaikat Gabriel menyatakan bahwa dia akan mengandung dan Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Maha Tinggi akan menaungi engkau. Anak yang dilahirkan itu kudus dan akan disebut Anak Allah (ayat 35). Jawaban Maria sebagai hamba Tuhan dan mengamini perkataan malaikat terjadilah padaku menurut perkataanmu, jelas menunjukkan bahwa Maria sungguh menyadari akan beban berat yang harus dipikul. Sama persis seperti yang dikatakan Simeon bahwa suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri (Mat 2 : 35b).
Keteladanan Maria yang tetap setia pada panggilan sebagai bunda Yesus Kristus, yang disiksa dan dibunuh di salib, menjadi kekuatan iman kita bahwa bunda Maria memang perawan yang suci. Bunda Maria menjadi pendorong dan penyemangat kita untuk mewujudkan kasih dan kebaikan Allah dalam hidup keseharian kita serta penuntun kita menjadi orang katolik yang baik dan setia pada Yesus Kristus, Sang Emanuel. Amin. Tuhan memberkati.
Doa : Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur bahwa Maria dipilih menjadi bunda Allah. Panggilan ini dijalani Maria dengan penuh kesetiaan mulai saat Kau dilahirkan, dibesarkan dalam Keluarga Kudus Nazaret, aktif dalam mewartakan Injil sampai Engkau wafat dan bangkit. Semoga kami tetap setia dalam panggilan hidup kami dan berupaya membawa kedamaian dan suka cita bagi sesama. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Penulis adalah Aktivis Paroki Pejompongan, Jakarta Pusat

