MARILAH KEPADA-KU, SEMUA YANG LETIH LESU DAN BERBEBAN BERAT AKU AKAN MEMBERI KELEGAAN KEPADAMU.
Oleh Ansgarius Hari 45 Wijaya.
RENUNGAN RABU, 10 DESEMBER 2025
MATEUS 11: 28-30
Dalam ayat 28, Tuhan Yesus mengundang kita untuk datang kepada-Nya saat kita letih lesu dan berbeban berat. Datang kepada-Nya akan mendapatkan kelegaan dan ketenangan.
Mengapa kita dapat mengalami sesuatu yang membuat letih lesu dan berbeban berat? Kita dapat mengalami hal-hal seperti itu saat kita dihimpit oleh perasaan bersalah, perasaan dosa, stress. Tekanan fisik, psikologis atau rohani. Tekanan karena kewajiban kewajiban yang harus ditanggung. Kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Berbagai macam hal seperti ini dapat menimbulkan beban yang melelahkan dan membuat letih lesu.
Dengan datang kepada-Nya apakah masalah dapat terselesaikan? Rasa salah, rasa berdosa. Bisa – kita dengan hati jernih setelah berbicara dengan-Nya, akan mampu mengurai persoalan itu. Dia akan menuntun kita untuk menemukan jalannya. Tidak akan sampai pada keputusasaan. Akan mampu menemukan makna jika dapat berjumpa dengan-Nya dalam doa yang hening. Bukankah dia jalan menuju kebenaran? Jalan menuju pada kehidupan?
Dia yang Maha kasih tidak pernah mengadili dengan hukuman yang kejam. Dia yang mahakasih akan memberikan pengampunan dan menuntun kita untuk tidak berbuat dosa, tetapi akan menuntun kita kepada kasih. Kasih kepada diri sendiri yang memiliki banyak kekurangan. Kasih kepada sesama yang membawa kita kepada hidup yang memiliki makna. Hidup yang berguna dan membuat kita bangkit kembali untuk menjadi lebih baik. Roh-Nya akan mendorong kita untuk dapat menerima rahmat pengampunan yang berguna. Yang menyatukan kita kembali kepada Allah yang Maha kasih yang membuat hati kita menjadi penuh suka cita. Hal-hal yang menyebabkan kita menjadi stress karena perasaan bersalah dan perasaan dosa akan berkurang dan kemudian hilang karena kasih-Nya yang menuntun kita lebih besar daripada dosa dan kesalahan kita.
Kelelahan fisik lebih mudah diatasi dengan cara beristirahat yang cukup. Kelelahan rohani dan psikologis yang kadang lebih sulit untuk diselesaikan. Harus dicari apa yang menjadi penyebabnya. Harus berserah diri. Rendah hati, tidak perlu merasa hebat dan dapat mengatasi segala hal seorang diri. Tanpa teman. Tanpa Tuhan. Merasa banyak tanggung jawab yang harus diselesaikan, sehingga merasa hebat dan kuat. Merasa gagah dan sangat berjasa. Tanpa diriku – apa jadinya dunia ini. Pada hal kita bukan siapa-siapa tanpa kekuatan – tanpa rahmat dari Tuhan. Kesombongan ini yang sebenarnya lebih membebani hidup kita. Kita penuh dengan segala angan-angan yang kadang megalomania. Membesarkan sesuatu yang sebenarnya kosong saja. Membuat image. Pencitraan yang penuh dengan kebohongan dan akhirnya melelahkan diri sendiri. Tidak sederhana apa adanya.
Hidup mengikuti kehendak Tuhan, hidup jujur – tulus, baik hati, rendah hati mendatangkan berkat. Mendatangkan kasih. Kalaupun disalahpahami tidak menimbulkan stress karena sadar akan kelemahan diri dan juga dapat menerima kelemahan orang lain. Tidak menuntut penghargaan atas jasa – atas kehebatan yang sudah diperjuangkan. Mampu mengosongkan diri seperti teladan Tuhan Yesus. Dia yang Maha kaya menjadi miskin agar kita menjadi kaya. Dia yang Maha kuasa menjadi lemah dan dihina –tetapi tidak pernah membalas dendam – kejahatan dibalas dengan kejahatan. Sebaliknya kejahatan dibalas dengan kasih. Ini yang menjadi sumber kita tetap bersuka cita. Merasa damai. Yang mendatangkan ketenangan jiwa meringankan beban. Kita menjadi lega. Pernah mencobanya? Sering kali apa yang kita lakukan bertentangan dengan teladan yang diberikan oleh-Nya.
Doa: Datanglah, ya Roh Pengertian: turunlah atas diri kami. terangilah budi kami agar dapat memahami ajaran Yesus Sang Putera dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.
Srengseng Sawah Jagakarsa- Jakarta Selatan, 4 Desember 2025

