Barangsiapa Bertelinga Hendaklah Ia Mendengar!
Oleh : CB. Ismulyadi
Renungan Harian, Kamis, 11 Desember 2025
Bacaan Injil
Matius 11:11-15
Pada suatu hari Yesus berkata kepada orang banyak, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.
Namun, yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripadanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Surga dirongrong, dan orang yang merongrongnya mencoba menguasainya.
Sebab semua kitab para nabi dan kitab Taurat, bernubuat hingga tampilnya Yohanes. Dan jika kalian mau menerimanya, Yohanes itulah Elia yang akan datang itu. Barangsiapa bertelinga hendaklah ia mendengar!”
Renungan
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus bertemu dengan orang banyak dan berbicara kepada mereka. Pada kesempatan yang tepat itu, Yesus menyampaikan seorang tokoh besar, bernama Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis, anak Zakharia dan Elizabeth inilah yang mengambil bagian dalam Kabar Gembira, Keselamatan Allah melalui Yesus Kristus. Yohanes Pembaptis mempunyai peran yang besar dalam menyingkapkan Kerajaan Allah. Yohanes dipuji Yesus sebagai pribadi terbesar yang lahir dari perempuan, karena ia menjadi nabi terakhir yang mempersiapkan jalan bagi Mesias. Pada posisi ini, pribadi Yohanes Pembaptis ditampilkan sebagai bagian atau salah satu penanda keselamatan.
Pada pekan Adven II ini, melalui diri Yohanes Pembaptis, kita diajak untuk lebih membuka hati terhadap karya keselamatan Allah. Karya agung yang dapat kita petik melalui beragam peristiwa maupun perjumpaan dengan sesama. Dua hal yang tampaknya biasa-biasa saja. Tetapi bukankah Allah justru kerapkali menyapa melalui hal sederhana, yang kita anggap remeh dan sepele?
Barangsiapa bertelinga hendaklah ia mendengar! Marilah pada masa pertobatan ini, kita men jadi bagian dari banyak orang yang ditemui Yesus. Ia pula yang menyampaikan kepada kita tentang Yohanes Pembaptis. Tokoh besar yang hidup sederhana, berani bersuara bagi kebenaran, dan setia mempersiapkan jalan bagi Kristus dalam hidup kita. Dengan demikian, kita pun ambil bagian dalam Kerajaan Allah yang penuh sukacita dan keselamatan.
Doa
Ya Bapa, semoga kami semakin mampu untuk membuka hati terhadap kehadiran dan sapaan-Mu melalui berbagai perjumpaan dengan sesama dan peristiwa sehari-hari. Hari ini, Engkau menunjukkan kepada kami melalui teladan iman, Yohanes Pembaptis. Semoga melalui inspirasi hidup Yohanes Pembaptis, kami semakin dapat menemukan kedamaian untuk menerima apa yang tidak bisa kami ubah, keberanian untuk mengubah apa yang bisa kami ubah, dan kebijaksanaan untuk membedakan keduanya dalam hidup harian kami sehingga kami semakin pantas untuk menyambut Yesus Kristus pada hari Natal nanti.
Amin.***

