BERSUKA-CITALAH, KARENA ALLAH PEDULI TERHADAP ORANG-ORANG YANG BERSUSAH HATI

BERSUKA-CITALAH, KARENA ALLAH PEDULI TERHADAP ORANG-ORANG YANG BERSUSAH HATI

Penulis : Y. Haryanto

Renungan Harian
Minggu, 14 Desember 2025
Hari Minggu Adven III, “Minggu Gaudete”

Injil Matius 11:2-11

“Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku. “(Mat.11:5-6)

RENUNGAN:

Bapak, Ibu, Saudara/i terkasih dalam Kristus, Berkah Dalem, Tuhan memberkati kita semua !

Bagi banyak orang hidup terasa berat dan susah di akhir tahun 2025 ini. Ada banyak sebab yang bisa kita bedakan: kejadian-kejadian di luar diri kita dan perasaan yang berkecamuk di dalam hati kita. Kejadian kejadian yang kita alami di akhir tahun ini antara lain : lonjakan harga kebutuhan pokok sehari-hari. Sering kita dengar komentar: bukan naik, tetapi ganti harga. Daya beli merosot. Semula penghasilan dirasa cukup, sekarang menjadi mepet sekali , cenderung kurang. Bencana terjadi di banyak tempat: tanah longsor, banjir bandang, gempa bumi, kebakaran gedung bertingkat. Banyak korban. Mau bantu meringankan beban tetapi apa dayaku? Situasi semakin terasa tidak beres dengan merebaknya ramalan akan datangnya aneka bencana menakutkan di akhir tahun. Lalu merebak pula hoaks kenaikan dan rapel gaji pegawai dan pensiunan. Aneka kejadian itu membuat banyak orang merasa susah, cemas, khawatir tidak akan bisa merayakan Natal dan Tahun Baru nanti. Tidak ada dana.

Dalam situasi konkret nyata seperti digambarkan tadi, Gereja pada Minggu ke-III Masa Adven mengajak kita untuk bersukacita. Minggu ke-III masa Adven disebut sebagai minggu “Gaudete”, minggu bersukacita. Apa alasannya ? Karena Natal makin dekat. Dalam empat minggu masa Adven, hari ini presis kita di tengah. Gereja mengingatkan dan mengajak kita untuk bersukacita dalam menjalani masa Adven, masa pertobatan menyongsong Kedatangan Tuhan, menyongsong Natal.

Tetapi bagaimana bisa ? Orang-orang lagi merasakan hidup berat dan susah di akhir tahun ini kok diajak bersukacita. Sepertinya Gereja tidak paham situasi. Sepertinya seruan “Gaudete”, ” Bersukacitalah”, tidak empatik ! Ada baiknya kita tenang dahulu, tidak terburu-buru mengesampingkan ajakan Gereja untuk “bersukacita” pada hari Minggu “Gaudete” ini. Kita dengarkan Sabda Tuhan yang diwartakan pada hari ini, Injil Matius 11:2-11.

Menjawab pertanyaan para murid Yohanes Pembaptis atas suruhan Sang Guru, apakah betul Tuhan Yesus “yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain ? ” (Mat.11:3) , Tuhan Yesus menjawab: ” Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku” (Mat.11: 4-6).

Tuhan Yesus menghadirkan Allah yang peduli kepada orang-orang yang bersusah hati lantaran menanggung beraneka derita: buta, lumpuh, tuli, kusta, mati,miskin. Alih-alih memegahkan diri dengan narasi membesar-besarkan jasa dan kehebatan diri sendiri, Tuhan Yesus mempersilahkan para murid Yohanes Pembaptis untuk mendengarkan kesaksian orang dan melihat sendiri apa saja yang dilakukan Yesus. Jika mereka tidak menjadi kecewa dan mengingkari Karya Allah yang tengah hadir dalam karya Yesus, mereka juga terhitung sebagai orang-orang yang berbahagia. Karena apa? Karena mendengar, melihat, mengalami Yang Ilahi peduli kepada orang-orang yang bersusah hati menanggung beraneka derita. Berkat karya Yesus orang yg semula buta melihat, semula lumpuh berjalan, tuli mendengar, kusta ditahirkan, miskin jadi berpengharapan berkat kabar baik Tuhan Yesus.

Sukacita kita bakal makin penuh bila kita mengerti bahwa “yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya” (Mat.11:11). “Yang terkecil” itu dikenakan kepada orang yang ditugasi melayani orang lain. Yesus menerapkan hal itu terhadap diriNya: “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mat.20:28).

Kembali ke situasi kita: bagaimana bisa kita bersuka cita di tengah masa Adven, di penghujung tahun yang terasa berat dan susah ini ? Sabda Tuhan (Mat.11:2-11) yang kita dengarkan memberikan pencerahan;

  1. Kita menjadi bersukacita apabila sedia dan mampu mendengarkan kesaksian orang serta melihat sendiri Allah yang tengah berkarya, peduli kepada orang-orang yg sedang bersusah hati, termasuk diri kita.
  2. Kita menjadi bersukacita bila “tidak menjadi kecewa dan menolak Aku” (Mat.11:6) . Hal itu berarti tidak mengingkari Tuhan Yesus. Alih-alih mengeluh menjadi korban keadaan, kita ambil bagian mengikuti Tuhan Yesus: bukan dilayani, melainkan melayani orang lain, menyiapkan diri utk dijadikan Berkat bagi orang lain. (bdk.Mat.11:11 dan 20:28).

DOA:

Ya Tuhan mampukan kami dengan iman mendengarkan dan melihat Karya PenyelamatanMu yang tengah berlangsung di tengah kesusahan kami. Lebih dari itu kuatkan kami meneladaniMu untuk sedia dan mampu melayani orang lain demi keselamatan. Ijinkan kami bersukacita dalam menyongsong perayaan KelahiranMu di tengah kami. Amin.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *