YESUS ANAK LAKI-LAKI SULUNG YANG DITAHIRKAN

YESUS ANAK LAKI-LAKI SULUNG YANG DITAHIRKAN

Oleh: Thomas Suhardjono

Renungan Harian, Senin, 29 Desember 2025:

Injil Lukas 2:22-35

2:22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, 2:23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”, 2:24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. 2:25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, 2:26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 2:27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, 2:28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: 2:29 “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, 2:30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 2:31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 2:32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” 2:33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. 2:34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 2:35 –dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri–,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” (Luk 2:22-35).

Yusuf dan Maria mengungkapkan kesetiaan mereka kepada Tuhan, menaati adat istiadat Yahudi, untuk menyucikan bayi Yesus yang baru dilahirkan 7 hari dan masa pemurnian ibunya 33 hari, total 40 hari masa pentahirannya (Im 12:2-4). Mereka berdua dipertemukan oleh Roh Kudus dengan Simeon, orangtua yang benar dan saleh, penuh Roh Kudus. Ada dua hal yang dikatakan Simeon:

  1. Yesus adalah Juru Selamat

Simeon rela mati saat itu juga (mungkin usianya 90 tahun, ada yang mengatakan 360 tahun), karena dia telah melihat bayi Yesus sebagai “keselamatan” yang datang dari Tuhan. Dialah Mesias, Imanuel yang dijanjikan (Yes 7:14). Dia menjadi “terang” bagi segala bangsa (bukan hanya untuk orang Israel), dan Dia akan menunjukkan “kemuliaan”-Nya bagi bangsa Israel. Dialah juru selamat bagi semua orang. Dialah yang mengembalikan situasi kedosaan manusia, menjadi situasi rahmat dan keselamatan karena bersatu dengan Allah. Tuhan beserta kita.

  • Yesus adalah Tanda Perbantahan

Simeon bernubuat juga, bahwa ajaran dan keselamatan yang dibawa Yesus akan menimbulkan pertentangan di kalangan orang Israel. Ada sebagian yang percaya bahwa Dia Mesias, ada yang tidak. Itulah perbantahan. Dan yang tragis adalah bahwa perbantahan itu menimbulkan penderitaan dan kematian Yesus di kayu salib. Maria yang menyaksikan peristiwa itu akan sangat terluka, ditembusi pedang. Maria dolorosa.

Setiap Misi ada Reaksi dan Konsekuensi

Setiap kali sesudah merayakan Ekaristi, kita diutus untuk mewartakan kabar gembira yang kita dapatkan dari Homili atau pengalaman menerima Komuni. Namun saat kembali memasuki kesibukan sehari-hari, sering kita lupa, bahwa kita mempunyai Misi, menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitar. Kita yang sudah dibaptis, kadang lupa pada ciri kekatolikan kita, ikut serta memperkaya diri dengan cara menekan orang lain, mengambil untung sebanyak-banyaknya, takk peduli orang lain menanggung ruginya.

Sesudah merayakan Natal, kita tidak lagi mewartakan kelahiran Yesus di Bethlehem, tetapi kelahiran kita kembali dalam Roh Yesus sang juru selamat. Bayi Yesus itu lahir dalam diri kita. Maka kitalah yang sekarang ditugaskan menjadi Juru Selamat bagi semua orang yang kita jumpai dalam hidup sehari-hari. Setiap kita menggemakan NATAL, maka terciptalah damai di seluruh bumi.

Marilah berdoa,

Yesus Sang Juru Selamat,

Engkau datang di kandang Bethlehem sebagai seorang bayi. Datang saat ini di dalam hati kami, untuk menyucikan dan menyemangati kami, agar kami lahir kembali sebagai murid-Mu.

Yesus Sang Pembawa Damai,

Sejak lahir Engkau telah mempersatukan para pedagang, para gembala, para raja, para ahli Kitab dan bahkan para kelompok yang bermusuhan. Semoga kami dikuatkan oleh Roh KudusMu, agar kami mampu mewartakan kebenaran di tengah-tengah perbedaan, dan mampu mempersatukan mereka dengan kata-kata yang Kau ajarkan. Amin,

Thom Hardjono

Pemerhati pendidikan, keluarga, hidup rohani, humaniora dan hidup bermasyarakat. 100% Katolik 100% Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *