Ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh dan Yesus menyembuhkannya

Ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh dan Yesus menyembuhkannya

Oleh : Ansgarius Hari 45 Wijaya

RENUNGAN, KAMIS 15 JANUARI 2026
MARKUS 2: 1-12

Kemarin saya menerima tamu teman SMA yang mengunjungi putranya sedang menyelesaikan studinya di Universitas Indonesia. Setelah gobrol dari pukul 14.00 sampai 17.00 di rumah saya – saya mengajaknya berkunjung ke rumah teman Perempuan yang sama-sama alumni SMA kami dan ternyata rumahnya di dekat rumah saya di daerah Kukusan di belakang kampus Universitas Indonesia. Di rumahnya kami menambah cerita ngobrol masa lalu dan rupanya mengasyikkan juga. Dengan nya sejak lulus SMA tahun 83 saya baru bertemu pada hari ini. Obrolan berlanjut hingga pukul 21.30.


Suaminya mantan pelaut lulusan AIP Jakarta. Teman saya secara akrab menanyakan bagaimana mereka dulu dapat bertemu satu sama lain. Suaminya seorang pelaut yang tinggal di Tebet Jakarta Selatan sedang calon isterinya pada waktu itu tinggal di Sleman Yogyakarta. Bagaimana kenalnya? Sementara istrinya baru semester III di Fakultas Biologi UGM sudah dilamar dan dinikahinya dan akhirnya berhenti kuliah karena setelah menikah harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. Selain di Jakarta mereka pernah tinggal Palembang dan Aceh. Teman yang sama-sama alumni UGM dari Teknik Kimia ini memang jeli dan usil untuk bertanya soal pribadi, karena saat itu dia sudah mengenalnya pada saat datang pertama kali waktu putranya masuk UI dulu mereka pernah bertemu dan ngobrol sehingga tampaknya sudah akrab.


Suaminya memang jago berdiplomasi. Tidak mau mengakuinya dengan terus terang. Sehingga teman saya menyimpulkan bahwa pernikahan mereka adalah pernikahan jalur langit. Mungkin karena dijodohkan oleh orangtua mereka. Usia mereka tampaknya juga sudah terpaut sangat jauh selisihnya. Teman saya berseloroh bagaimana mungkin dari Jakarta mengenal anak Perempuan bunga SMA pada waktu itu. Teman-teman di sekolahnya pun dulu minder untuk mendekatinya.

Suami mantan pelaut yang diplomatis ini memberikan keterangan bahwa ayah dari istrinya dulu setelah selesai sholat dan teristimewa dalam masa puasa Ramadhan selalu mengusap kepada anak-anak perempuannya. Sehingga anak-anaknya cepat mendapatkan jodoh orang-orang yang dikehendaki Allah untuknya.


Dari kisah ini saya mendapat insprirasi untuk mengulas bacaan hari ini. Ada 4 orang yang menggotong temannya yang sakit untuk dapat bertemu dengan Tuhan. Mereka ingin agar sahabatnya disembuhkan oleh Yesus. Iman dari teman-temannya inilah yang membawanya kepada Yesus bahkan dengan upaya yang gigih karena lingkungan rumah dimana Yesus sedang berada penuh sesak, agak sulitlah bagi mereka untuk membawa si sakit yang lumpuh untuk mendekati Yesus. Satu-satunya cara yang heroik dan penuh perjuangan adalah dengan membuka atap rumah itu dan menurunkan pasien di dekat Yesus. Upaya keras itu dilihat oleh Yesus . Yesus dengan belas kasih-Nya memberikan kesembuhan kepada orang sakit lumpuh itu. Satu kisah yang sangat dramatis.


Kalau kisah dari orangtua teman saya yang selalu mendoakan putri-putrinya dan memberikan berkat Allah melalui tangannya agar enteng jodoh dikabulkan Tuhan, maka iman dan upaya teman-teman si sakit yang berjuang dengan gigih dan penuh kepercayaan ini juga dikabulkan Tuhan.
Akankah dengan kepercayaan kita yang penuh kepada Yesus dapat membantu hidup kita, keluarga kita, dan teman-teman kita seperti kedua kisah ini?


Doa. Tuhan tambahkan iman kami dan bantulah kami menjadi jalan berkat bagi keluarga, anak-anak, dan teman, serta sahabat yang kami serahkan kepada-Mu. Bantulah mereka yang membutuhkan kesejahteraan jasmani, rohani, kedamaian hati, kebahagiaan dan kedamaian dalam keluarga mereka, serta kesembuhan mereka dari sakit. Jadilah. Amin.

Srengseng Sawah Jakarta Selatan, 12 Januari 2026

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *