PENGAMPUNAN DOSA MENDAHULUI PENYEMBUHAN DARI KELUMPUHAN

PENGAMPUNAN DOSA MENDAHULUI PENYEMBUHAN DARI KELUMPUHAN

Oleh : Y. Haryanto

Renungan Harian, Jum’at, 16 Januari 2026

Injil: Markus 2,1-12

“Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: Hai anakKu, dosamu sudah diampuni !” (Mrk.2:5)

RENUNGAN:

Bapak, Ibu, saudara/i terkasih dalam Kristus, Berkah Dalem, Tuhan memberkati kita semua !

Dalam kesempatan kali ini saya ingin mengajak anda sekalian memusatkan perhatian kepada tindakan Tuhan Yesus mengampuni dosa si penderita lumpuh. Pengampunan dosa atas si penderita lumpuh oleh Tuhan Yesus mendahului tindakanNya menyembuhkan si lumpuh itu. Hal ini apa maknanya ? Berarti apa, juga bagi kita saat ini ?

Dalam Injil Markus yang baru saja kita dengarkan bersama, tertulis:” Ketika Yesus melihat iman mereka,… “(Mrk 2:5). Tuhan Yesus melihat iman mereka, iman keempat orang pengusung si lumpuh, juga iman si lumpuh itu . Tuhan Yesus bukan saja melihat mereka dari luarnya saja, sisi lahiriahnya, kelumpuhan fisik, jerih payah empat orang menggotong si lumpuh, membongkar atap, menurunkan si lumpuh menggunakan tali pada tilam, melainkan juga melihat ke dalam hati mereka. Markus tidak memberikan gambaran apa yang ada di dalam hati mereka secara terang, tertulis. Kita bisa mencoba mengartikulasikan apa yang tersirat itu:

  1. Di dalam hati keempat orang yang mengusung si lumpuh itu ada kasih persaudaraan, ada kesediaan berjerih-payah secara tulus membawa si lumpuh kepada Tuhan Yesus, ada dorongan mewujudkan iman ke dalam tindakan, ada sikap berharap dan mengandalkan
    Tuhan Yesus untuk kesembuhan si lumpuh. Itu semua bisa jadi tidak tampak sebelum kehadiran kembali Tuhan Yesus di Kapernaum.
  2. Di dalam hati Si lumpuh dapat kita duga kuat ada penyesalan terhadap keputusasaan atas sakitnya. Kelumpuhan terjadi bukan saja secara fisik tetapi juga dalam arti kiasan atau metaforik: menjadi malas, lesu, ogah2an, tak bersemangat, tak ber pengharapan, kehilangan kendali atas kehendak, menjadi tidak berdaya. Si lumpuh sadar apa yang terjadi itu dosa, merusak relasinya dengan Allah dan ia menyesalinya. Kepada Tuhan Yesus Si lumpuh sekarang berharap dan mempercayakan kesembuhannya.

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu:”Hai anakKu, dosamu sudah diampuni ! “(Mrk.2:5) Tuhan Yesus menerima pertobatan orang lumpuh itu. Dan di balik SabdaNya itu tersirat makna: pemulihan relasi dengan Allah itu perkara paling penting, hal utama yang perlu kita dahulukan dalam hidup kita. Mengakui dosa, bertobat, beroleh pengampunan dari Tuhan itu anugerah terbesar, landasan hidup yang utuh, landasan untuk menerima anugerah penyembuhan dari kelumpuhan hidup kita.

DOA:

Curahkan RohMu ya Tuhan, mampukan kami mengakui dosa yang melumpuhkan hidup kami, dan anugerahkan rahmat pengampunan atas dosa kami.
Amin.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *