Kita Dipanggil dan Diutus
Oleh : Andre Sumariyatmo
Renungan Minggu Biasa V
Tgl 08 Februari 2026
Injil Matius 5 : 13 – 16
Mari perkuat Kesaksian dan Keteladanan Hidup
Ibu bapak dan saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga” (ayat 16).
Mengawali pelajaran katekumenat saya pernah mengajukan pertanyaan kepada para katekumen :”Apa yang anda lakukan ketika anda asyik kumpul-kumpul di Cafe? Bagaimana cara anda menunjukkan.kepada banyak orang bahwa anda itu orang katolik?” Jawaban mereka bervariasi. Ada yg berani berdoa dengan lantang dan membuat tanda salib. Ada juga yang membuat tanda salib di batin saja tanpa bersuara. Ada yang pasip, tidak tahu mau buat apa? Diam.saja. Jawaban mereka ini memperlihatkan bahwa untuk menunjukkan identitas sebagai orang katolik di depan khalayak ramai ternyata membutuhkan keberanian, tidak perlu menyembunyikan. Seharusnya dengan terbuka dan mantab memperlihatkan bahwa saya ini murid atau pengikut Yesus Kristus yang setia. Buat tanda salib dan berdoa sebelum makan dan minum.
Injil hari Minggu ini memberikan dua pesan penting yang perlu kita kembangkan, perkuat dan perdalam.
Pertama. Setiap.orang katolik dipanggil, diutus menjadi garam dan terang dunia. Apa maksudnya ini? Peranan garam.dalam memasak adalah membuat masakan menjadi enak, sedap, tidak.hambar artinya memberikan kenikmatan dan kepuasan batin.. Demikianlah dalam kehidupan ini setiap orang katolik perlu mewujudkan kerendahan hati, dapat melebur dalam kebersamaan sehingga memperkokoh persatuan dan banyak menghasilkan buah yang baik. Peranan terang dalam kehidupan jelas memberikan pencerahan dan inspirasi, juga menuntun pada jalan.yang baik dan benar, tidak tersesat sehingga memberikan suka cita, kebahagiaan dan kedamaian hati.
Kedua. Sebagai murid Kristus kita diharapkan banyak memberikan kesaksian dan keteladanan dalam perbuatan baik dan mulia. Kita tunjukkan bahwa perbuatan baik ini untuk mempertegas bahwa Allah orang katolik itu adalah Allah yang maha baikbdan kasih. Semuanya.ini dilakukan untuk kemuliaan Allah Bapa di surga. Bukan untuk mencari kebanggaan dan popularitas pribadi. Totus tuus Domine = hanya untuk kemuliaan Tuhan.
Mari mulai hari ini kita perbanyak dan perkuat kesaksian tentang Allah yang maha baik dan kasih lewat keteladanan hidup kita yang dapat memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk melakukan kebaikan dan kasih. Amin. Tuhan memberkati.
Doa : Allah Bapa yang maha kasih dan pemurah, ajarilah kami untuk mewujudkan perutusan-Mu menjadi garam dan terang dunia. Dengan pertolongan Roh Kudus kami tergerak mewujudkan hidup lebih baik untuk memuliakan nama-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Aktivis Paroki Pejompongan Jakarta

