Kelahiran Yesus sebagai Wujud Nubuat Para Nabi

Kelahiran Yesus sebagai Wujud Nubuat Para Nabi

Penulis : Andre Sumariyatmo

Renungan Minggu Adven IV, 21 Desember 2025

Injil Matius 1 : 18 – 24.

“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka” (ayat 21). Sesudah bangun dari tidurnya, Yusup berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istrinya” (ayat 25).

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus.


Kebanyakan orang tua memberikan nasihat kepada puterinya supaya hati-hati dalam pergaulan dan memegang prinsip menjaga tubuhnya tetap utuh, bersih.dan suci. Jangan mudah terlena oleh rayuan gombal. Bila puterinya sudah nekad dan melanggar hukum perkawinan sampai positip sudah hamil, tentunya nama baik orangtua dan keluarga bisa hancur dan membuat malu.

Yusup jelas bingung dan kecewa ketika dia tahu bahwa Maria sudah mengandung dari Roh Kudus. Maria dipandang sebagai wanita yang tidak setia. Untuk itu Yusup mengambil keputusan bulat bahwa dia mau meninggalkan dan memutuskan hubungan dengan Maria. Apakah dia berhasil menceraikan Maria?

Ternyata tidak!!! Intervensi Malaikat Gabriel yang menjelaskan bahwa Maria terpilih sebagai wanita yang mau melahirkan Yesus, Sang Emanuel. Jawaban Maria tegas, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu.” Penjelasan malaikat ini mendorong Yusup berbalik seratus delapan puluh derajat. Akhirnya Yusup menerima Maria sebagai isterinya.

Dalam Perjanjian Lama nabi Yesaya sudah menubuatkan bahwa anak dara akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan menamakan Dia Imanuel. Anak dara ini dimaksudkan pada Maria. Kita dapat meyakini bahwa nubuat nabi Yesaya sungguh-sungguh terwujud, terealisir dengan kelahiran Yesus di dunia.

Renungan masa Adven selalu diarahkan agar kita siap, terbuka dan hati suka cita karena Allah sungguh-sungguh hadir di tengah-tengah kehidupan manusia. Allah benar Sang Imanuel. Amin.

Tuhan memberkati.

Doa : Tuhan Yesus Kristus tuntunlah kami agar memiliki sikap rendah hati dan mampu mendengarkan bimbingan Roh Kudus. Kemampuan ini mendorong kami mau belajar menjadi berkat bagi orang lain dan membawa sebanyak mungkin orang untuk bertobat dan kembali semakin percaya kepada-Mu. Demi Ktistus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

*) Aktivis Paroki Pejompongan

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *