YESUS PEMIMPIN YANG BERBAGI
Oleh: Thomas Suhardjono
Renungan Harian
Sabtu, 14 Februari 2026:
8:1 Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: 8:2 “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. 8:3 Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.” 8:4 Murid-murid-Nya menjawab: “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?” 8:5 Yesus bertanya kepada mereka: “Berapa roti ada padamu?” Jawab mereka: “Tujuh.” 8:6 Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. 8:7 Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. 8:8 Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. 8:9 Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. 8:10 Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta. (Mrk 8:1-10).
Pemimpin Yang Berbagi
Injil Markus memang tidak persis sama dengan Injil lain. Dalam perikop ini Markus tidak mementingkan berapa jumlah orangnya, berapa jumlah rotinya; yang penting mentalitas berbagi yang ingin ditularkan Yesus kepada para murid dan orang banyak.
Dalam perikop ini ada 3 komponen: Yesus, Para murid, dan Orang banyak. Yesus mengajak para murid untuk melihat permasalahan orang banyak: kelaparan. Para murid melakukan self asesmen, hanya ditemukan 7 roti, pesimis. Namun Yesus membuktikan, bahwa sesedikit apapun, bila dimanfaatkan untuk kepentingan bersama, tentu cukup. Sesudah memberkatinya, roti dibagi-bagikan kepada 4.000 orang, masih tersisa 7 keranjang. Begitu pula 7 ikan, dibagi-bagikan. Cukup. Luar biasa kekuatan iman dan berkat Tuhan.
Yesus memberi teladan seorang pemimpin yang berkuasa di hadapan orang banyak: jangan menuntut orang banyak untuk melakukan sesuatu bagi pemimpin, melainkan pemimpin lah yang harus berbagi, mengajak tim nya untuk berbagi, maka seluruh dunia akan berbagi. Yakinlah bahwa semuanya cukup untuk menghidup dunia dan seisinya. Allah sudah merencanakan hal ini sejak awal dunia diciptakan. Sering dimunculkan dalam iklan tentang pajak, semua adalah wajah rakyat kecil yang harus bayar pajak. Mana para pejabat dan pemimpin yang sudah bayar pajak? Kerja bakti gotong royong menanggulangi bencana alam, yang ditampilkan adalah wajah para sukarelawan dan rakyat jelata. Mana wajah para pemimpin dan pejabat, koq malah pamer kemampuan mengangkat beras atau berkomentar muluk-muluk?
Dasarnya Belas Kasih
Mengapa Yesus dan para murid-Nya mampu mencukupi kebutuhan orang banyak? Dasarnya adalah belas kasih. Di HARI VALENTINE 14 Februari 2026, kita terinspirasi untuk berbagi atas dasar belas kasih. Bukan hanya kasih sayang antar dua pasangan, melainkan cinta kasih antar dua manusia, yang saling membutuhkan. Lihatlah kanan kiri kita, mereka butuh apa. Mampukah kita memberikan sesuatu untuk mengatasi permasalahan mereka? Sedikit upaya dan tenaga, bila disalurkan dengan ikhlas, tentu akan bermakna bagi mereka yang membutuhkannya. Seribu dua ribu rupiah, untuk mereka yang membutuhkan, tentu sangat bermakna. Tak perlu harus menjadi donatur jutaan rupiah, cukup dengan perhatian dan sumbangan pemikiran. Asal diberikan dengan tulus, mampu membagikan kasih sayang kepada sesama. Itulah makna Hari Valentine.
Marilah berdoa,
Yesus yang menyerahkan diri untuk kami,
Ajarilah kami agar berbagi dan berbela rasa kepada sesama di sekitar kami, meskipun dengan sedikit apa yang kami miliki, untuk mengatasi permasalahan hidup bersama.
Yesus yang penuh kasih,
Ajarilah kami untuk memiliki mentalitas kasih kepada sesama, mampu melihat kebutuhan sesama, dan mampu memberikan solusinya, meski dengan membagikan apaq yang kami miliki. Sebab segalanya datang daripada-Mu, mesti kami persembahkan kepada-Mu, melalui sesama kami. Engkaulah yang berkuasa, kini dan sepanjang masa.
Amin.

