PELAYANAN YANG RAPUH

PELAYANAN YANG RAPUH

Renungan Harian

Sabtu, 25 Juli 2026 Pesta Santo Yakobus, Rasul

Bacaan: 2 Kor 4:7-5dan Mat 20:20-28

Oleh: FA Adihendro

“Sama seperti Anak Manusia: Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.”

(Mat 20:28)

Saudara-saudari, yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus,

Setiap orang kristiani yang sejati pasti bersedia untuk melayani. Karena ingin menghayati anjuran Tuhan Yesus Kristus, “Aku datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.” Seandainya semua orang kristiani di muka bumi ini konsekwen menjalani anjuran ini, pastilah dunia ini sejahtera dan bahagia. Sayangnya, pelayanan dalam bidang apa pun dalam kenyataan sangat rapuh. Orang yang dulu gembar-gembor mau melayani masyarakat, ternyata menerapkan sistem pungli, tertangkap KPK. Seorang teman yang sanggup menjadi prodiakon (diakonia = pelayanan), eh..ternyata ada pamrih, hanya mau tugas membagi komuni saja, tugas lainnya selalu punya alasan sibuk di kantor. Malah membagi komuni mau hanya pada misa kedua hari Minggu, yang banyak umatnya, sehingga ia “eksis” di mata umat.

Santo Paulus sendiri telah mengatakan, “Saudara-saudara, harta pelayanan sebagai rasul kami miliki dalam bejana tanah liat.” (2 Kor 4:7), artinya rapuh. Bila ada godaaan atau tantangan sedikit saja mudah goyah dan pecah. Misalnya, ketika akan berangkat pelayanan tetiba ada gangguan ban sepeda motor bocor, maka pelayanan jadi gagal.( toh, bisa naik grab on-line atau meminta diantar orang lain.) Simak tulisan surat Santo Paulus kepada jemaat di Korintus (4:8-12), ia tidak pernah putus asamelayani umat-Nya, sebab ia merasa dalam setiap pelayanannya berarti ia membawa Kristus yang wafat dan bangkit dalam dirinya, supaya kehidupan Yesus Kristus bisa menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Saudara-saudari, yang terkasih dalam Yesus Kristus,

Hari ini kita merayakan Pesta Santo Yakobus, Rasul. Banyak orang yang marah dan sinis ketika ibu Yakobus datang kepada Yesus bersujud di hadapan-Nya dan meminta sesuatu, “Berilah perintah, supaya kedua anakku itu kelak boleh duduk di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebalah kanan-Mu, dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu” (Mat 20:31). Biarlahdemikian, karena itu adalah harapan dan keinginan seorang ibu yang selalu menginginkan anak-anaknya bahagia. Ibu mana yang tidak menginginkan anak-anaknya bahagia?

Yang jelas dan pasti, ibu Zebedeus itu telah mengiklaskan anak-anaknya ikut dan melayani Yesus. Bahkan dikisahkan Yakobus adalah rasul pertama yang “meminum” cawan kemartiran!

Inilah puncak dari segala pelayanan ang dikehendaki oleh Yesus. Walau pun pelayanan itu bagaikan bejana tanah liat yang rapuh, kalau kita setia dan total, Tuhan sendirilah yang akan menguatkan dan menuntunnya.

Doa:

Tuhan Yesus Kristus, Engkau selalu mengetahui kelemahan kami dan niat-niat kami. Kami mohon ampun apabila telah berkali-kali mengecewakan hati-Mu dalam pelayanan kami, karena hanya menuruti rasa egoisme kami.  Untuk itu, utuslah Roh Kudus-Mu sendiri untuk selalu membimbing dan menguatkan kami dalam setiap langkah kami, karena Engkau, Tuhan dan Pedoman Hidup kami. Amin.

FA Adihendro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *