Indahnya Jadi Seminaris-Frater

Indahnya Jadi Seminaris-Frater


Pengalaman Pribadi


Seminaris itu calon imam Gereja Katolik dalam masa pendidikan sekolah menengah. Seminari kecil yaitu siswa SMP atau siswa SMA yang biasa dikenal dengan seminari menengah. Sebutan siswanya seminaris. Nah, kalau frater itu calon imam atau pastor di jenjang pendidikan tinggi, atau kuliah. Biasa dikenal dengan skolastik atau filosofan dan teologan.


Sering orang menganggap masuk seminari itu penjara. Lha memang kek penjara, wong tidak bisa keluar sesukanya. Masa pendidikan yang biasa dikenal dengan formatio, atau pembentukan memang sangat disiplin setiap harinya jadwalnya sudah tersusun dengan sangat ketat. Utamanya seminari kecil dan menengah. Saat seminari tinggi, sudah lebih “bebas.”


Toh, banyak momen lucu, menggelikan, dan menggembirakan. Hal yang bisa menjadi kenangan untuk dikisahkan kembali. Tidak serem-serem amat kog. Sering malah lebih lucu dan menyenangkan. Bisa jadi bahan untuk membuat para muda tertarik untuk masuk seminari.


Pengalaman Asyik dan Lucu
Satu angkatan di seminari ada 10. Lima lulusan perguruan tinggi, lima fresh graduate, SMA-K. Suatu hari ada rekan yang entah mengapa, pas berkebun itu muntah. Tidak lama kemudian satu demi satu menyusul. Anehnya, mereka yang muntah ini yang baru lulus sekolah menengah.
Setelah satu mulai sembuh, berangsur-angsur lainnya juga membaik. Tanpa alasan, tanpa pengobatan medis, namun dalam rasan-rasan, kemungkinan mereka ini kangen rumah dan orang tua, terjadi masih dalam hitungan minggu. Sebelum Hari Orang Tua, di mana sama sekali tidak boleh bertemu ataupun berkomunikasi dengan keluarga. Pengalaman perdana mereka.


Frater Cantik dan Frater Ganteng
Emangnya say aini hemaprodit, mungkin karena nama Susi kali ya. Pas retret angkatan di sebuah paroki di Pantura Jawa, ada anak misdinar yang mengatakan, “Kata Mama, Frater pakai jubah cantik deh…” duarrrr. Haduh, untung lagi retret, coba kalau tidak sudah keluar makian dari A sampai Z.
Wong pas pembukaan retret, sebelumnya ikut Misa bersama umat, berkenalan dan kula nuwun. Usia misa, naik ke pastoran, ada suster yang mengatakan Susiiii dengan genitnya. Auto keluarlah kebun Binatang. Anak-anak seangkatan ngakak.


Nah dari sinilah saya berdamai dengan nama Susi. Feminine banget memang, nah kan memang tukang rekoleksi, kan enak kenalan tanpa susah-susah pasti diingat. Napa kudu marah dan jengkel. Soal nama terselesaikan dengan sepele, berdamai.
Jadi, anak tadi tidak kena semprot, kan sudah berdamai dengan nama dan cantik ini. Dikit dongkol juga sih.


Panggilan Frater Ganteng itu ada di sekolah. Kelas dua ada kesempatan mengajar di sekolah-sekolah pas undian saya dapat SMP. Di sana, anak-anak SMP itu sangat akrab, setiap jam istirahat, ke kantor dan berdekat-dekat dengan frater praktik.
Sebenarnya tidak tahu kalau mereka memanggil saya Frater Ganteng, namun ada senior imam yang sering memimpin Misa dan memberikan pengakuan dosa di sekolah, pernah bertanya, apa kenal saya pada anak-anak. Mereka menjawab, kenal dong dengan frater ganteng.


Masih banyak kisah-kisah unik dan menyenangkan lainnya. Bisa menyusul di lain waktu dan artikel.


Salam JMJ
Susy Haryawan

Susy Haryawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *