Proses Hidup
Sang Guru mengajak para murid menata satu per satu batu di depan pondoknya. Ketika beberapa murid melaksanakan ajakannya, seorang murid tampak gusar. Iapun bertanya kepada gurunya, “Guru, mengapa guru tidak membuat jalan yang rata dan halus, serta menanam tumbuhan sebagai penghias dan penyegar lingkungan? Bukankah apa yang dilakukan dan diperintahkan ini hanya membuat orang susah dan menderita?” Sang Guru menjawab, “Aku sengaja mengajak kalian meletakkan batu-batu itu dan membiarkannya begitu rupa. Aku menyiapkan jalan yang dapat kalian pijak untuk masuk ke rumahku. Untuk sampai ke tujuan, kalian perlu meniti pada batu yang satu ke batu lainnya. Bukankah kalian berharap bisa bertemu dan belajar banyak dariku di dalam pondokku?”
Aku berharap, kalian dapat memahami dan mendapatkan pelajaran. Untuk mengarahkan hidup agar menuju sasaran tertentu, kita perlu berproses dari tahap yang satu ke tahap lainnya. Kita perlu melompat dari batu yang satu ke batu yang lainnya”.
Lonceng berdentang. Tanda waktu bekerja telah berakhir. Para murid pun tuntas mengerjakan arahan gurunya. Mereka siap kembali ke pondok untuk melanjutkan kegiatan berikutnya. Murid yang bertanya tak sempat mengerjakan tugas dari gurunya.***
Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik.
Baron Pierre De Coubertin

