Tuhan Yesus Akrab dengan Kelompok Ibu-Ibu
Renungan Harian
Jumat, 19 September 2025
Oleh Andre Sumariyatmo
Injil Lukas 8 : 1 – 3
Kita cermati dalam kegiatan gereja atau masyarakat (bakti sosial) ternyata peranan para ibu patut diacungi jempol dan diapresiasi. Mereka sangat piawai dan cekatan dalam mempersiapkan konsumsi dan kebutuhan hidup sehari-hari. Inilah kodrat wanita yang memang terpanggil dalam dunia dapur dan rumah tangga. Mereka tidak mengeluh.dan mampu menyajikan makanan dan minuman yang enak dan bergizi sesuai dengan dana yang ada.
Injil hari ini sangat menonjolkan andil dan peranan para ibu yang setia mengikuti kegiatan pengajaran Tuhan Yesus di berbagai tempat dan wilayah. Posisi dan peranan para ibu ini diletakkan pada bidang pelayanan untuk meyediakan logistik dan konsumsi bagi rombongan Tuhan Yesus sehingga Tuhan Yesus dan para rasul.dapat lebih fokus pada pengajaran. Rupanya tradisi para ibu mau berkecimpung dalam bidang konsumsi makanan, urusan rumah tangga, penggalangan dana sudah dijalankan sejak Tuhan Yesus masih hidup di dunia dan aktif dalam pengajaran tentang Injil Kerajaan Allah .
Mari kita teliti dan temukan siapa sajakah para ibu yang siap membantu dan terlibat dalam kegiatan selama Tuhan berkeliling mengajarkan Injil Kerajaan Allah. Disebutkan dalam Lukas 8 ayat 2 dan 3 para ibu yang membantu Tuhan adalah mereka yang disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit. Apa artinya realita ini? Kita dapat memahami alasan kuat mereka mau melibatkan diri sebagai tim sukses Tuhan Yesus karena mereka mau mengungkapkan syukur dan terima kasih kepada Tuhan. Injil menyebutkan nama Maria Magdalena yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana, isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan beberapa perempuan lain. Mereka melayani rombongan.Tuhan Yesus dengan kekayaan mereka. Terlihat di sini bahwa ada ibu yang berstatus sebagai isteri pejabat negara. Mereka termasuk para dermawan (penyandang dana) untuk melayani Tuhan Yesus dan para rasul. Kita temukan juga para ibu yang memiliki hubungan dekat dengan Tuhan Yesus dalam Injil Matius 27 ayat 56 yakni Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yusuf dan ibu anak-anak Zebedeus.
Marilah bapak ibu dan saudara-saudari yang terkasih, kita dapat meneladani para ibu Yerusalem (dalam devosi jalan salib Tuhan tetap ingat dan menghibur para perempuan Yerusalem yang sedih) yang aktif dan suka rela membantu karya Tuhan dengan menyumbangkan tenaga dan harta kekayaan. Sumbangan apapun untuk karya dan pengembangan gereja hendaknya menjadi wujud syukur dan ungkapan kasih kita kepada Tuhan dan sesama. Amin. Tuhan memberkati.

Andre Sumariyatmo

