Endapkan Diri
Seorang murid tampak bingung dengan apa yang akan dilakukannya. Ia memegang cangkul, hanya memegang dan tidak menggunakannya. Selang kemudian, ia mengambil arit, dan hanya mengambil lalu meletakkannya begitu saja. Kemudian, ia memegang alat lain dan kemudian mengabaikannya pula. Demikian seterusnya. Ia tidak melakukan apa pun, kecuali memegang sebuah alat dan mencampakkannya.
Merasa jenuh dengan apa yang telah dilakukannya, ia bertanya kepada guru yang kebetulan lewat di depannya, “Guru, bagaimana saya harus mengetahui apa yang perlu saya lakukan terlebih dulu?” Guru tidak menjawab pertanyaan itu. la malah mengajak murid itu menuju ruang makan pertapaan.
Sesampai di sana, guru mengambil dua buah gelas. “Satu gelas untuk saya. Dan, satu gelas lagi untuk Anda,” kata guru sembari menyodorkan gelas kepada muridnya. Kemudian, ia memasukkan sesendok teh, gula, dan menuangkan air panas ke dalam dua gelas . “Silakan mengaduknya,” kata guru. Murid itu pun melakukan arahan guru. Saat itu juga, guru berkata, “Lihatlah, teh dan gula yang Anda aduk kalut sedemikian rupa. Karena itu, air minum ini kelihatan keruh. Cobalah Anda mendiamkannya sejenak.” Si murid menurut nasihat gurunya. “Apa yang Anda lihat sekarang?” Tanya guru kemudian. “Serpihan teh telah mengendap. Air teh ini pun kelihatan lebih jenih dari sebelumnya,” kata murid pelan “Nah, demikianlah dengan diri Anda saat ini. Endapkanlah diri Anda sejenak dan Anda akan menemukan kejernihan diri untuk melakukan apa yang perlu Anda lakukan.”***
Pusatkan dirimu pada hari ini. Lakukan tugasmu hari ini. Petiklah bunga-bunga kebahagiaan dan kegembiraan yang Tuhan berikan hari ini.
– Solly Ozrovech

