Amor Gignit Amorem: Cinta Melahirkan Cinta

Amor Gignit Amorem: Cinta Melahirkan Cinta

Amor Gignit Amorem: Cinta Melahirkan Cinta

D. Nursih Martadi

Amor gignit amorem, sebuah peribahasa Latin yang berarti cinta melahirkan cinta. Kalimat ini menyampaikan gagasan bahwa memberikan kasih sayang kepada orang lain, secara alami akan menginspirasi dan memicu sesama untuk membalas kasih sayang tersebut, seolah-olah cinta itu menular.

Arti Kata:  Amor: cinta; Gignit: melahirkan atau menumbuhkan; Amorem: cinta (bentuk objek)

Makna: Perbuatan kasih sayang akan membalas atau memunculkan rasa kasih sayang yang serupa. Menunjukkan bahwa kebaikan dan cinta yang diberikan kepada orang lain akan kembali mendatangkan cinta.

Dalam peristiwa PASKAH, Tuhan Yesus sudah menunjukkan kasih-Nya melalui pengurbanan paripurna, tuntas di kayu salib dan bangkit dengan mulia. Melalui peristiwa ini kita diajak untuk menghidupi dan menghayati bahwa Tuhan Yesus adalah sumber cinta kasih yang sejati. Tuhan Yesus tidak hanya bersabda bahwa Dia mengasihi kita, tetapi juga rela berkurban untuk mewujudkan cinta kasih-Nya itu. Di sini kita diajarkan kebenaran cinta kasih yang dibangun di atas pengorbanan diri, yaitu perbuatan nyata dalam kebenaran.

Tuhan Yesus mengajarkan agar kita, para murid Kristus, untuk hidup saling mengasihi, seperti Ia sendiri telah mengasihi kita sebagai sahabat dengan memberikan diri. Kita diajak untuk menyadari bahwa kita dipilih menjadi “sahabat Tuhan” dan diutus untuk berbuah aneka kebijakan rohani.

Paseduluran Brayat Minulyo Nusantara, bagiku merupakan rumah singgah yang nyaman bagi para pejuang cinta. Cinta perjuangan awal cita cita hidup membiara dalam Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (Misionarorum a Sacra Familia).  Sebuah cita-cita luhur yang diperjuangkan sepenuh hati dengan aneka dinamikanya. Cita-cita awal tersebut ternyata bersandar, kandas dan Tuhan berkehendak lain. Peristiwa sandar dan kandas itu memberikan kita sebuah meterai kekal tak terhapuskan bahwa kita adalah mantan anggota MSF.

Ikatan cinta kasih sebagai anggota Kongregasi MSF tersebut tetap hidup membara ketika tidak lagi menjadi anggota Kongregasi. Paseduluran yang dibangun dalam cinta ini melahirkan rasa cinta, solidaritas, simpati, empati yang mendalam. Hal tersebut terbukti dalam sikap saling peduli dalam suka dan duka, misalnya sapaan-sapaan harian, saling meneguhkan dan menguatkan melalui WA. Pertemuan di Domus Mariae ini 2026 ini merupakan bentuk nyata dari CINTA melahirkan cinta. Mari kita tumbuh kembangkan cinta dalam paseduluran ini dengan sungguh dan kita alirkan ke dalam keluarga kita masing-masing

Meterai atau cap tersebut mau tidak mau memberi warna, untuk tidak mengatakan menentukan, pola dan gaya hidup kita yang meneladan gaya hidup Keluarga Kudus Nasaret.  Kebiasaan kebiasaan olah kesalehan seperti, berdoa Rosario, Novena Tiga Salam Maria, Kompletorium mewarnai kebiasaan hidup. Dalam konteks hidup berkeluarga, dengan berbagai dinamika dan tantangannya berupaya mewujudkan cinta antar anggota keluarga, istri, anak-anak dan keluarga besar, walau ternyata tidak selalu mudah. Fokus utama kita yang hidup berkeluarga adalah mencintai, membahagiakan istri dan anak-anak dan keluarga: dari cinta, oleh cinta, untuk cinta. Amor Gignit Amorem. Ubi caritas et amor Deus ibi est.

Saudaraku, marilah kita bersyukur karena Tuhan Allah sudah menetapkan dan memilih kita untuk menjadi sahabat-sahabat-Nya, serta mengutus kita untuk pergi agar dapat menghasilkan banyak buah yang menyelamatkan jiwa.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus Bersama Bunda Maria dan Santo Yusup selalu menyertai kita sekeluarga yang terus berusaha mengasihi-Nya.

            Ya Tuhan, ajari kami untuk selalu berani mewujudkan iman, cinta dalam tidakan kasih kepada sesama, khususnya anggota Paseduluran Brayat Minulyo Nusantara. Semoga kami tidak takut untuk berbuat baik kepada sesama kami. Ajari kami untuk menjadi penyaluir kasih di dalam kehidupan kami dalam keluarga, dan Masyarakat serta Gereja.  Sertai kami senantiasa dengan kasih-mu. Amin.

                                                                                                            Semarang, 25 Juli 2026

Pesta St. Yakobus Rasul

Damianus Nursih Martadi

One thought on “Amor Gignit Amorem: Cinta Melahirkan Cinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *